10.000 Bitcoin Misterius Tiba-tiba Berpindah Setelah 14 Tahun "Tidur", Pasar Bakal Bergejolak?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Industri kripto dikejutkan dengan pergerakan misterius dari 10.000 Bitcoin (BTC) yang telah ‘tidur’ selama lebih dari 14 tahun. Data on-chain menunjukkan bahwa Bitcoin tersebut bukan berasal dari dompet baru maupun transfer internal biasa.
Analis dari CryptoQuant Mignolet menyebut, transfer ini tampak seperti pergerakan riil yang kemungkinan besar bertujuan untuk dijual. “Ini bukan rotasi internal. Ini terlihat seperti transfer dengan niat diperdagangkan,” ujarnya, dilansir dari CryptoNewsFlash, Minggu (6/7/2025).
Jika benar ini adalah langkah untuk menjual, maka peristiwa ini bisa menjadi transfer terbesar yang dilakukan oleh pemegang langka jangka panjang dalam sejarah Bitcoin. Sebagai perbandingan, saat bursat FTX runtuh, hanya 3.700 Bitcoin yang berpindah tangan, dan saat itu banyak yang menilai menjadi titik dasar pasar.
Namun Mignolet belum bisa memastikan apakah pergerakan ini akan memicu kembali kejatuhan di pasar. “Banyak orang terlalu cepat panik hanya melihat data mentah. Bisa saja ini sekadar relokasi aset demi keamanan, seperti kasus Mt. Gox. Tapi, bisa juga bukan,” katanya.
Baca Juga
Pergerakan ini muncul di tengah sejumlah sinyal campuran dalam pasar Bitcoin. Pada akhir Juni lalu, tercatat ada dua perilaku ekstrem dari para whale (pemegang besar) yang sebagian terlihat merealisasikan keuntungan, sementara yang lain menyerah (capitulation).
Di sisi bersamaan, tingkat pendanaan (funding rate) untuk kontrak berjangka Bitcoin telah berubah negatif. Ini berarti trader yang memegang posisi jual (short) harus membayar trader posisi beli (long) untuk mempertahankan kontrak mereka, sebuah indikasi bahwa sentimen pasar memburuk.
Namun, kondisi ini juga berpotensi memicu lonjakan harga secara mendadak jika terjadi short squeeze, yaitu ketika banyak posisi jual terpaksa ditutup karena harga bergerak berlawanan dari prediksi mereka.
Menariknya, laporan semester pertama 2025 dari Finbold menunjukkan bahwa jumlah dompet kripto dengan aset lebih dari US$ 1 juta meningkat sebanyak 26.758 wallet baru. Sebagian besar wallet ini terbentuk pada kuartal kedua 2025, periode saat akumulasi Bitcoin meningkat signifikan.
Di satu sisi, pergerakan on-chain seperti ini memang kerap berdampak besar terhadap psikologis pasar. Tapi di sisi lain, data akumulasi menunjukkan bahwa banyak investor besar masih percaya pada prospek jangka panjang Bitcoin.
Baca Juga
'Trader' Legendaris Peter Brandt Ramal Bitcoin Bakal Tembus US$ 140.000
“Situasi saat ini sangat kompleks. On-chain menunjukkan potensi tekanan, namun struktur pasar masih tangguh,” ucap Mignolet.
Ia juga menambahkan, jejak transaksi besar seperti ini berpotensi memicu volatilitas baru dalam waktu dekat. Melirik data CoinMarketCap, harga Bitcoin saat ini berada di level US$ 108.175,96 pada pukul 14.06 WIB atau menurun 0,10% dalam 24 jam terakhir.

