Laba Operasi Bakrie Plantations (UNSP) Melejit 392%
JAKARTA, investortrust.id – Laba operasi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) melejit 392% menjadi Rp 48 miliar pada kuartal I-2025 dibandingkan kuartal I-2024 (year on year/yoy). Sejalan dengan itu, perseroan membukukan lonjakan laba kotor sebesar 36% menjadi Rp 134 miliar.
Pencapaian tersebut ditorehkan Bakrie Plantations seiring keberhasilannya membukukan kenaikan penjualan sebesar 5% menjadi Rp 497 miliar dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang melesat 256% menjadi Rp 89 miliar.
“Perseroan terus bekerja keras meningkatkan produktivitas aset kebun, di antaranya lewat peremajaan menggunakan bibit unggul,” kata Direktur Utama Bakrie Plantations, Bayu Irianto dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Kamis (26/6/2025).
Baca Juga
Menurut Bayu Irianto, perseroan juga terus mengoptimalkan produktivitas pabrik melalui pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik. Langkah itu ditempuh sekaligus untuk membantu kesejahteraan para petani sawit.
Direktur & Investor Relations Bakrie Plantations, Andi W Setianto menambahkan, meski mencatatkan penurunan penjualan sebesar 3% menjadi Rp 2,33 triliun dibanding tahun sebelumnya, Bakrie Plantations pada 2024 mencetak peningkatan laba kotor 27% menjadi Rp 605 miliar.
“Pada periode yang sama, laba operasi perseroan melambung 388% menjadi Rp 209 miliar dengan peningkatan EBITDA sebesar 80% menjadi Rp 372 miliar,” ujar dia.
Andi Setianto menjelaskan, dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan, Rabu (25/6/2025) pagi, para pemegang saham Bakrie Plantations secara mayoritas menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan, termasuk laporan keuangan dan laporan pengawasan dewan komisaris tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024.
Selain itu, menurut Andi, para pemegang saham memberikan persetujuan serta pengesahan neraca dan perhitungan laba-rugi tahun buku 2024. “RUPS tahunan juga menyetujui penunjukan dan penetapan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2025,” ucap dia.
Dia mengungkapkan, Bakrie Plantations dimiliki 13.349 pemegang saham publik di 122 sekuritas dan wali amanat, dengan komposisi 55% individu lokal, 31% institusi lokal, 13% institusi asing, dan 1% individu asing.
“Kehadiran pemegang saham dalam RUPS tahunan hari ini mencapai 55,68%, sehingga sudah mencukupi untuk persetujuan melangsungkan RUPS tahunan. Sebanyak 99,91% dari pemegang saham yang hadir menyetujui seluruh mata acara RUPS tahunan perseroan,” papar dia.
Sejahterakan Petani
Andi Setianto menuturkan, demi mendukung peningkatan kesejahteraan petani serta produktivitas dan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, Bakrie Plantations bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada 20 Juni 2025 menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani plasma dan program kemitraan strategis.
“Potensi pembiayaan program ini mencapai Rp 1 triliun untuk mendukung sedikitnya 13.400 petani,” ujar dia.
Bakrie Plantations, kata Andi, senantiasa berupaya meningkatkan kinerja sumber daya yang dimiliki untuk memastikan profitabilitas berkesinambungan guna menjaga keberlanjutan usaha dan memenuhi kewajiban finansial perseroan.
Dia menegaskan, Bakrie Plantations mengikuti protokol Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, di antaranya melalui kebijakan zero-burning (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan.
“Keberlanjutan industri sawit mencakup banyak aspek people and planet, seperti menyejahterakan petani sesuai Sustainable Development Goals (SDG’s) no-poverty, zero-waste sesuai circular economy, dan no-deforestation reduksi emisi gas rumah kaca untuk climate change,” tandas dia.
Pengembangan Bibit Unggul
Andi Setianto mengemukakan, Bakrie Plantations juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama.
Menurut dia, produktivitas sawit nasional saat ini hanya sekitar 3 ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) per ha per tahun. Adapun bibit unggul perseroan bisa menghasilkan 10 ton CPO per ha per tahun, dengan produksi 40 ton buah sawit per ha per tahun dan ekstraksi CPO sekitar 25%.
Dengan menggunakan bibit unggul, kata Andi, potensi produktivitas bisa meningkat setelah program peremajaan (replanting). Luas lahan kebun tidak bertambah, namun mampu menghasilkan produksi CPO berlipat ganda. Tambahan itu akan meningkatkan lagi produksi biodiesel untuk ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Melonjak 431%, Laba Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) Tembus Rp 139 Miliar
“Perseroan melihat bibit unggul dan program peremajaan sawit rakyat sebagai kunci kesejahteraan petani dan produktivitas sawit yang berkelanjutan,” tegas dia.
Direktur Utama Bakrie Plantations, Bayu Irianto mengatakan, strategi peningkatan produktivitas berkelanjutan yang sedang dilakukan peseroan akan lebih banyak lagi dirasakan dampak positifnya dalam jangka menengah dan panjang.
Peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, menurut dia, akan dilanjutkan dengan peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. “Kami optimistis dalam jangka menengah dan panjang, perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan berfundamental bisnis kuat,” ujar Bayu.

