Aspirasi Hidup (ACES) Didukung Neraca Keuangan dan Ekspansi Agresif, Target Harga Sahamnya Begini
JAKARTA, investortrust.id - PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melalui entitas operasionalnya AZKO terus memperkuat fondasi pertumbuhan dengan target 20 toko baru tahun 2025. Langkah ini menjadikan saham ACES kian menarik untuk dikoleksi.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Abyan Yuntoharjo melalui risetnya memaparkan hingga awal tahun 2025, ACES telah membuka enam toko baru dengan tambahan luas area ritel 16.060 meter persegi. Toko-toko ini mayoritas berada di luar wilayah Jabodetabek yang menjadi fokus perusahaan terhadap kota-kota lapis kedua dan ketiga.
Baca Juga
Lisensi Berakhir, Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Luncurkan Identitas Baru Menjadi AZKO
"ACES juga kembali menghadirkan program promosi andalan Boom Sale yang sebelumnya absen tahun lalu, guna mendorong peningkatan traffic dan penjualan jangka pendek di jaringan toko yang semakin luas," tulis Abyan Selasa, (24/6/2025).
Selain ekspansi toko, ACES mengandalkan kinerja struktural sebagai pendorong pertumbuhan pendapatan. Berdasarkan data historis, kontribusi toko baru terhadap pertumbuhan pendapatan signifikan, dengan pertumbuhan naik 13,0% dan 12,8% pada tahun 2023 dan 2024.
"Bahkan, produktivitas toko baru tercatat 2–3 kali lipat lebih tinggi, dibandingkan toko yang sudah matang. Untuk tahun 2025, ACES menargetkan pembukaan 20 toko baru yang diperkirakan menyumbang sekitar 74% dari pertumbuhan pendapatan tambahan," jelas dia.
Baca Juga
Aspirasi Hidup (ACES) Tetapkan Dividen Rp 579,87 Miliar, Yield Segini
Di sisi operasional, penjualan kumulatif hingga Mei 2025 mencapai Rp 3,6 triliun atau tumbuh 3,7% secara tahunan. Penjualan Mei 2025 sendiri mencapai Rp 701 miliar, relatif stabil secara bulanan atau naik 1,9% secara tahunan. Capaian ini masih sesuai dengan proyeksi pertumbuhan tahunan ACES sebesar 8,1% untuk tahun 2025, meskipun terdapat pelemahan konsumsi pasca-Lebaran yang memengaruhi permintaan diskresioner.
Meski demikian, Abyan menilai penjualan dari toko yang sama atau Same Store Sales Growth (SSSG) masih berada di zona negatif dengan 4,6% pada Mei 2025. Penurunan ini terjadi di seluruh wilayah yakni Jakarta 5,4%, Jawa di luar Jakarta 3,7%), dan luar Jawa 0,1%.
"Namun, manajemen tetap mempertahankan panduan SSSG tahun 2025 sebesar 1% dengan ekspektasi pemulihan bertahap di paruh kedua tahun ini, didorong oleh program promosi seperti Boom Sale dan potongan harga musiman," papar Abyan.
Baca Juga
Tiga Saham Emiten Telekomunikasi Ini Direkomendasikan Beli, Intip Target Harganya
Sebelumnya, ACES telah memutuskan pembagian dividen final sebesar Rp 579,87 miliar atau setara Rp 33,87 per saham, yang mencerminkan dividend payout ratio sebesar 65%. Meskipun lebih rendah dibanding tahun lalu 78%, yield dividen tetap menarik di level 6,6% berdasarkan harga saham saat ini Rp 515. Konsistensi ACES dalam membagikan dividen tahunan memperkuat daya tariknya di mata investor yang berorientasi pada pendapatan.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli (buy) saham ACES dengan target harga Rp 700 per saham. Dukungan dari neraca keuangan yang solid dan strategi ekspansi toko menjadi faktor kunci dalam mempertahankan prospek jangka panjang ACES.

