Harga Minyak Melesat, Sejumlah Saham Energi Ini bisa Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Kenaikan harga minyak global kembali menjadi angin segar bagi saham-saham sektor energi. Emiten migas, seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Ratu Prabu Energi Tbk (RATU), PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) mulai menunjukkan pergerakan positif di pasar modal dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan riset Stockbit, harga minyak Brent naik 1,4% ke level US$ 75,26 per barel pada perdagangan Senin (16/6/2025) pagi. Sedangkan akhir pekan lalu atau Jumat (13/6/2025), harga minyak Brent sempat melesat sekitar 7%. Kenaikan dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan akibat eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang memanas dalam empat hari terakhir.
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 1,96 Juta, Bakal Kejar Rekor Rp 2 Juta?
Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas Reydi Octa menilai, kenaikan harga minyak dapat memberikan sentimen positif yang berpotensi menguatnya harga saham-saham tersebut dalam waktu dekat.
"Secara fundamental, MEDC menunjukan kinerja yang solid sepanjang 2024, dengan laba bersih tumbuh 15,4% dibandingkan tahun 2023, namun terjadi penurunan laba bersih pada laporan kuartal I-2025 yang disebabkan kerugian dari entitas usaha lain. Tetapi penurunan laba bersih ini bisa bersifat sementara, target konsensus untuk saham MEDC dari gabungan analis sekuritas berada pada level Rp 1.578," kata Reydi saat dihubungi investortrust.id Senin, (16/6/2025).
Sementara saham ELSA mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 41,9% di tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 menjadi Rp. 714 miliar. "Dari sisi teknikal, saham ELSA sedang menguji level harga Rp 540. Apabila mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju Rp 625 cukup terbuka," sambung dia.
Meski demikian, Reydi mengingatkan, investor untuk cermat dalam menyikapi pergerakan harga minyak yang fluktuatif menjadi tantangan tersendiri bagi emiten migas, karena dapat berdampak langsung terhadap pendapatan dan stabilitas laba perusahaan.
Baca Juga
Saham Adi Sarana (ASSA) Pilihan Teratas dari Sektor Otomotif, Target Harganya Segini
Ketegangan geopolitik atau konflik yang terus memanas di kawasan timur tengah memicu ketidakpastian global, dan juga dapat mengganggu rantai pasokan minyak dunia yang pada akhirnya bisa menggoyang harga minyak dan mempengaruhi kinerja emiten energi. "Kebijakan OPEC dalam memutuskan akan memangkas maupun menambah produksi minyak, memainkan peran penting dalam menentukan keseimbangan pasar global yang membentuk arah harga," tuturnya.
Sementara itu, secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit turut mencermati sejumlah saham di sektor migas. Di antaranya, saham ELSA dengan target harga Rp 530-555, saham MEDC dengan target harga Rp 1.585-1.620, kemudian saham ENRG dengan target harga Rp 350-366.
"Untuk saham lainnya, seperti RATU dengan target harga Rp 8.375-8.600, saham WINS - dengan target harga Rp 444-456 dan saham LEAD dengan target harga Rp 96-102," ujarnya kepada investortrust.id

