Jangan Ketinggalan! Emiten Danantara Ini (PTBA) Cum Dividen Pekan Depan, Yield Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – PT Buki Asam Tbk (PTBA) akan membagikan dividen jumbo senilai Rp 3,82 triliun atau setara dengan Rp 332,43 per saham. Dividen ini merefleksikan imbal hasil (yield) 11,19% dengan mengacu harga penutupan saham PTBA level Rp 2.970 pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin.
Berdasarkan pengumuman resmi PTBA di BEI, ditetapkan cum dividen pasar regular dan pasar negosiasi pekan depan, tepatnya 20 Juni 2025, serta ex dividen pada 23 Juni 2025. Adapun pembayaran dividen pada 11 Juli 2025.
Baca Juga
RUPST perseroan sebelumnya telah menetapkan dividen Rp 3,8 triliun atau merefleksikan rasio dividen 75%. Tahun lalu, PTBA mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 5,10 triliun, saldo laba ditahan Rp 1,27 triliun, dan total ekutias Rp 22,64 triliun.
Berdasarkan data pembagian dividen perseroan dalam tiga tahun terakhir, nilai dividen tahun buku 2024 turun dari realisasi tahun buku 2023 mencapai Rp 4,57 triliun atau setara dengan Rp 397,71 per saham. Angka tersebut juga jauh dari realisasi dividen tahun buku 2022 Rp 12,56 triliun atau Rp 1.094,05 per saham.
Sedangkan MIND ID selaku pengendali dengan kepemilikan 65,93% saham akan memperoleh dividen dari PTBA mencapai Rp 2,50 triliun. MIND ID sebelumnya menyetorkan dividen tahun buku 2021 senilai Rp 20,1 triliun ke Danantara. MIND ID beranggotakan, Antam, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), PT Inalum, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Baca Juga
IHSG Sepekan: Melesat 0,74% Terdorong BRMS hingga Net Buy Saham Rp 1,3 Triliun
Hingga kuartal I-2025, Buki Asam (PTBA) berhasil mempertahankan peningkatan pendapatan menjadi Rp 9,95 triliun pada kuartal I-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 9,40 triliun. Namun seiring dengan pertumbuhan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi, dibandingkan pertumbuhan pendapatan, laba bruto PTBA tergerus dari Rp 1,41 triliun menajdi Rp 1,04 triliun.
Laba usaha juga turun dari Rp 948,18 miliar menjadi Rp 442,80 miliar. Penurunan tersebut berimplikiasi terhadap laba periode berjalan yang tergerus dari Rp 802,78 miliar menjadi Rp 396,77 miliar. Laba yang lebih rendah tersebut juga dipicu atas berkurangnnya kontribusi entitas asosiasi dan ventura bersama dari semula Rp 109,03 miliar menjadi hanya Rp 92,81 miliar.
Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tergerus dari Rp 790,94 miliar menjadi Rp 391,47 miliar. Laba per saham dasar turun dari Rp 69 menjadi Rp 34 per saham.

