Hartadinata (HRTA) Sebut Permintaan Emas Batangan Naik, Meski Daya Beli Menurun
JAKARTA, investortrust.id - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mengakui bahwa penurunan daya beli masyarakat belakangan ini turut memengaruhi pola konsumsi emas, terutama perhiasan. Namun, permintaan produk emas Batangan justru menunjukkan peningkatan pesat.
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, menyatakan bahwa tren penurunan daya beli tidak serta-merta menghilangkan minat masyarakat terhadap emas, melainkan mengubah preferensi dan ukuran pembelian.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Tebar Dividen Rp 21 per Saham hingga Perkuat Bisnis Bullion Bank
“Penurunan daya beli berdampak terhadap gramasi yang bisa diakses masyarakat, baik pada produk perhiasan maupun emas batangan,” ujar Sandra dalam paparan publik usai RUPST dan RUPSLB perseroan yang digelar daring, Kamis (12/6/2025).
Menurut Sandra, emas masih menjadi instrumen simpanan yang lekat dalam budaya masyarakat Indonesia. Hal itu membuat permintaan tetap ada, meskipun terjadi penyesuaian pada ukuran dan jenis produk yang dibeli.
“Kita merespons hal ini dengan menyesuaikan produksi, terutama menawarkan produk dengan gramasi lebih kecil yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Baca Juga
Emas Antam Naik ke Rp 1,928 Juta di Tengah Potensi The Fed Potong Bunga
Hartadinata lewat dua produk andalannya, perhiasan Ardor dan emas batangan Emasku, melihat adanya pergeseran perilaku konsumen di Tanah Air. Jika sebelumnya masyarakat cenderung membeli perhiasan, kini justru terjadi lonjakan minat terhadap produk emas batangan sebagai bentuk investasi.
“Yang menarik, pascapandemi kami melihat peningkatan permintaan terhadap emas batangan, meskipun terjadi penurunan pada demand perhiasan,” sambungnya.
Sandra menegaskan, strategi Hartadinata dalam menghadapi penurunan daya beli adalah dengan tetap agresif menjangkau konsumen dari berbagai segmen, baik melalui kanal distribusi offline seperti jaringan toko ritel dan grosir, maupun platform digital.
Baca Juga
Emas Digital Masih Sepi, Hartadinata (HRTA) Genjot Penjualan Emas Fisik
Produk Emasku, misalnya, ditawarkan mulai dari ukuran terkecil 0,1 gram hingga 1 kilogram demi menjangkau konsumen dari kelas menengah bawah hingga menengah atas. Selain itu, perusahaan juga aktif mengedukasi pasar mengenai pentingnya menabung dan berinvestasi melalui emas. “Intinya, kami tetap tumbuh dengan menjawab kebutuhan konsumen secara fleksibel,” ujarnya.
Sebelumnya diketahui, perusahaan berhasil membukukan kinerja apik sepanjang tahun 2024. Emiten manufaktur perhiasan dan emas batangan terintegrasi ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 442 miliar atau tumbuh 44,60% secara tahunan. Hasil ini mengantarkan HRTA membagikan dividen sebesar Rp 21 per saham atau setara dividend yield 3% dan dividend payout ratio sebesar 21,87%.

