Konsisten Bertumbuh, Saham Metrodata (MTDL) Simpan Potensi Kenaikan Harga hingga 80%
JAKARTA, investortrust.id – Verdhana Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dengan target harga Rp 1.000. Dengan harga penutupan Rp 555, terbuka peluang penguatan saham ini sebanyak 80,18%.
Tim riset Verdhana Sekuritas dalam publikasi terbarunya menyebutkan bahwa target harga Rp 1.000 merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 15 kali. Target harga tersebut juga menggambarkan katalis momentum peningkatan permintaan cybersecurity dan kehadiran produk baru.
Baca Juga
Cek Rekening! BNI dan BTN Guyur Dividen Rp 14,71 Triliun Hari Ini
Verdhana Sekuritas menambahkan bahwa MTDL merupakan perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih konsisten periode 2017-2024. Rata-rata pertumbuhan tahunan pendapatan mencapai 13% dan rata-rata pertumbuhan laba bersih 17%.
Tak hanya itu, MTDL tercatat sebagai perusahaan dengan pembagian dividen konsisten dan rasio dividen terus meningkat. Rasio dividen perseroan telah meningkat dari posisi tahun buku 2022 sebanyak 25% menjadi 40% untuk tahun buku 2024.
Metrodata (MTDL) juga tercatat sebagai emiten distribusi dengan arus kas positif dan kuat. Kebutuhan belanja modal juga tergolong rendah, sehingga arus kas bersih perseroan diperkirakan tetap kuat hingga bisa mempertahankan pembagian dividen berkelanjutan ke depan.
Baca Juga
Usaha Patungan Metrodata (MTDL) Kaji Bisnis AI pada Awal 2025
Sedangkan segmen bisnis penopang utama pertumbuhan masih berasal dari distribusi tahun 2024. Berdasarkan hasil pengamatan distribusi produk Inifinix mencatatkan permintaan pesat. Begitu juga dengan produk Motorola mulai dipasarkan tahun ini. Perseroan juga tengah mengembangkan Gudang baru untuk menopang pertumbuhan ke depan. “Inisiatif Gudang baru ini diharapkan menciptakan efisiensi biaya logistic yang akhirnya berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan,” tulisnya.
Tahun 2024, Metrodata (MTDL) membukukan kenaikan pendapatan bersih dari Rp 22,08 triliun menjadi Rp 25,14 triliun. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba tahun berjalan dari Rp 940,10 miliar menjadi Rp 1,07 triliun. Laba bersih per saham juga naik dari Rp 53 menjadi Rp 60 per saham.

