Changpeng ‘CZ’ Zhao Garap Pengembangan Ekosistem Kripto dan Blockchain di Negara Kyrgyzstan
JAKARTA, investortrust.id - Pendiri Binance Changpeng ‘CZ’ Zhao telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Investasi Nasional (NIA) Republik Kyrgyzstan.Tujuan utama di balik kemitraan strategis terbaru ini adalah untuk mengembangkan ekosistem mata uang kripto dan blockchain negara tersebut.
Perjanjian tersebut, yang diumumkan pada Rabu (3/4/2025)l oleh Presiden Kyrgyzstan Sadyr Zhaparov. Ia menguraikan rencana untuk kolaborasi dalam konsultasi regulasi, pengembangan infrastruktur, dan inisiatif pendidikan.
Menurut pernyataan resmi, kemitraan tersebut akan berfokus pada penguatan infrastruktur teknologi Kyrgyzstan, peningkatan keamanan aset digital, dan dukungan pelatihan spesialis lokal dalam blockchain, keamanan siber, dan manajemen aset virtual.
CZ mengonfirmasi kemitraan tersebut dalam sebuah posting di X, sambil menyatakan bahwa ia memberi nasihat kepada banyak pemerintah, baik secara formal maupun informal tentang kerangka kerja blockchain dan aplikasi potensialnya di luar perdagangan.
“Saya secara resmi dan tidak resmi memberi nasihat kepada beberapa pemerintah tentang kerangka regulasi kripto dan solusi blockchain mereka untuk efisiensi pemerintahan, memperluas blockchain ke lebih dari sekadar perdagangan. Saya merasa pekerjaan ini sangat berarti,' tulisnya, dilansir dari Cryptopotato, Sabtu (5/4/2025).
Kyrgyzstan🇰🇬 Crypto adoption, one country at a time. Also brought a Head of State to X. https://t.co/jYYOdiJI4z
Sementara itu, NIA beroperasi di bawah Presiden Kyrgyzstan dan bertanggung jawab untuk menarik investasi asing dan mendukung bisnis internasional.
Para pejabat mengatakan kolaborasi dengan mantan kepala Binance itu dimaksudkan untuk memposisikan Kyrgyzstan sebagai ekonomi digital yang berwawasan ke depan dan calon pemimpin dalam inovasi blockchain di Asia Tengah.
Zhaparov mengatakan bahwa inisiatif ini membuka “cakrawala baru” untuk pengembangan teknologi digital dan akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kyrgyzstan yang berkelanjutan.
MoU tersebut mencakup ketentuan untuk dukungan teknis, layanan konsultasi profesional, dan peluncuran program pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dan keahlian di bidang terkait blockchain. Seiring terus berkembangnya lanskap digital global, otoritas Kyrgyzstan memposisikan negara tersebut untuk berpartisipasi lebih aktif dalam ekonomi digital dan menarik investasi teknologi baru.
Keterlibatan CZ menyusul kepergiannya dari Binance pada akhir tahun 2023. Sebelumnya, ia mengaku bersalah atas tuduhan pencucian uang di Amerika Serikat dan dijatuhi hukuman empat bulan penjara pada bulan April 2024, yang diselesaikannya pada bulan September. Mantan eksekutif berusia 48 tahun itu kemudian mengalihkan fokusnya ke keterlibatan industri yang lebih luas dan peran penasihat.
Belum ada jadwal yang diumumkan untuk peluncuran inisiatif khusus berdasarkan perjanjian tersebut, tetapi kedua belah pihak telah mengindikasikan bahwa pekerjaan akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang.
Profil Kyrgyzstan
Bendera Kyrgyzstan. Sumber: Reuters
Kyrgyzstan merupakan surga bagi para petualang. Dijuluki Swiss Asia, negara yang terletak di Asia Tengah itu berbatasan dengan Kazakhstan di sebelah utara dan Uzbekistan di barat, juga Tajikistan di barat daya dan China di timur.
Meski termasuk negara kecil, negara itu memiliki surga tersembunyi seperti danau, pegunungan dan festival. Negara itu juga sudah lama dikenal dengan jalur hiking dan bersepeda yang sangat indah.
Menurut catatan Bank Dunia, Republik Kyrgyzstan adalah negara berpenghasilan menengah ke bawah. Negara ini memiliki kekayaan mineral, hutan, lahan subur, padang rumput, dan memiliki potensi yang signifikan untuk perluasan produksi pembangkit listrik tenaga air, sektor pertanian, dan industri pariwisata.
Negara ini pada zaman dahulu sempat hidup sebagai daerah tempat bersimpangnya pedagang Jalur Sutra. Hal itu terjadi di sekitaran Danau Issyk Kul yang kerap dijadikan persinggahan para pedagang asal Timur ketika hendak pergi ke Eropa.
Wilayah negara ini resmi menjadi bawahan Kekaisaran Rusia pada 1876. Namanya kemudian berubah menjadi Oblast Kara-Kirgiz (1924), Republik Sosialis Soviet Kirgizstan (1936), dan Republik Kyrgyz (1991). Lantaran Uni Soviet runtuh pada 1991 silam, Kyrgyzstan yang sebelumnya berada di bawah naungannya memerdekakan diri pada 31 Agustus 1991.