Ini Sentimen Positif Pendorong IHSG Rebound
Berdasarkan data BEI, IHSG naik 61,08 poin (0,98%) ke posisi 6.284,47 pada penutupan sesi I hari ini, Rabu, (19/3/2025). Rebound IHSG hari ini didorong oleh penguatan saham-saham teknologi yang mencatatkan kenaikan hingga 9,12% per siang hari ini.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai langkah ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk segera merespons tekanan pasar, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kepercayaan investor. Buyback saham sering kali dipandang sebagai sinyal bahwa emiten menilai harga sahamnya undervalued dan memiliki fundamental bisnis yang solid.
“Dengan aksi ini, tekanan jual dapat diredam, volatilitas berkurang, dan harga saham berpotensi mengalami apresiasi karena jumlah saham yang beredar di pasar menjadi lebih sedikit,” kata Hendra kepada investortrust.id, Rabu, (19/3/2025).
Baca Juga
Kurangi Volatilitas Pasar, OJK Terapkan Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Berlaku 6 Bulan
Di sisi lain, Hendra mengungkapkan keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga yang akan diumumkan siang ini juga menjadi faktor yang akan mempengaruhi arah pasar ke depan.
“Jika BI mempertahankan suku bunga, pasar kemungkinan akan merespons dengan stabil, karena ini mencerminkan kondisi makroekonomi yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global,” terangnya.
Namun, jika BI memutuskan untuk menurunkan suku bunga, dampaknya bisa lebih positif bagi IHSG, terutama bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap kebijakan moneter seperti properti dan perbankan.
“Dengan suku bunga yang lebih rendah, biaya pendanaan bagi emiten akan semakin ringan, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya tarik pasar saham dibandingkan instrumen investasi lain seperti obligasi,” ujar Hendra.
Baca Juga
10 Emiten Antre ‘Buyback’ Sebelum OJK Izinkan Tanpa RUPS, Cek
Secara keseluruhan, kata Hendra, kombinasi antara kebijakan buyback yang lebih fleksibel dan ekspektasi pasar terhadap keputusan BI menjadi katalis utama bagi pergerakan IHSG dalam waktu dekat.
“Jika buyback benar-benar dieksekusi oleh banyak emiten, momentum penguatan bisa berlanjut, terutama bagi saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan valuasi menarik,” jelasnya.
Sementara itu, Hendra mengimbau investor juga perlu mencermati perkembangan kebijakan suku bunga, karena ini akan menjadi faktor tambahan yang menentukan arah pasar dalam beberapa bulan ke depan.
“Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, strategi investasi yang cermat dan berbasis analisis fundamental menjadi kunci dalam menangkap peluang di tengah perubahan kebijakan ekonomi,” tuturnya.

