Bagikan

Ini Kronologi IHSG Terjun Bebas hingga Sentuh Level 6.011

 
 
 
JAKARTA, investortrust.id - Pasar saham Indonesia saat ini sedang menghadapi gejolak tantangan yang signifikan, terlihat dari pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terjun bebas hingga mencapai 6,12%.

Berawal pada pukul 11:19 WIB, IHSG intraday sesi I yang merosot sebanyak 325 poin (5,02%) ke level 6.146, melihat hal ini BEI mengambil langkah untuk membekukan perdagangan saham sementara (trading halt) pertama selama 30 menit. Trading halt sendiri bertujuan untuk mencegah kerugian investor, dan penyebab trading halt fluktuasi harga yang ekstrem.

Usai trading halt pertama, IHSG kembali lanjutkan koreksi hingga akhirnya  ditutup turun sebanyak 395,87 poin (6,12%) menjadi 6.076 pada penutupan sesi I hari ini. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level terendahnya 6.011. Apakah trading halt kedua bakal diterapkan?

Satu jam setelah memasuki perdagangan saham sesi II, IHSG perlahan-lahan membaik, dibandingkan dengan penutupan sesi I dengan koreksi tajam 395,87 poin (6,12%) menjadi 6.076.

Berdasarkan data perdagangan saham BEI hingga pukul 14.25 WIB, penurunan indeks terpantau mulai mereda tersisa 240 poin (3,73%) menjadi 6.231. Penurunan sejumlah saham-saham kapitalisasi pasar besar terpantau mulai mengecil.
 
 
 

Di antaranya, pelemahan saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu mulai turun, seperti TPIA dari sebelumnya ARB menjadi hanya turun 16,54% menjadi Rp 5.550, dibandingkan akhir sesi I sempat Rp 5.325. Begitu juga dengan pelemahan saham BREN mulai mengecil menjadi 10,48% menjadi Rp 5.125, dibandingkan sebelumnya sempat ke level Rp 4.580.

Penurunan saham bank-bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI mulai mereda dari semula rata-rata melemah 5% menjadi kisaran 3%. Begitu juga dengan saham emiten PANI, CBDK, AMMN, DSSA, dan RATU mulai menyisakan penurunan lebih kecil.

Meski begitu, penurunan dalam ini terjadi di saat bursa regional mengalami penguatan, seperti indeks Nikkei yang naik 1,39%, Hangseng yang melesat 1,82% dan Shanghai yang menguat 0,09%. Justru menunjukkan pergerakan yang lebih stabil. Lalu, apa penyebab utama anjloknya IHSG?

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai secara eksternal, ketidakpastian kebijakan The Fed mengenai suku bunga menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar. Jika inflasi AS masih tinggi, maka pemangkasan suku bunga bisa tertunda yang membuat aset berisiko seperti saham menjadi kurang menarik.
 

Selain itu, dalam tiga minggu terakhir, pasar saham AS kehilangan nilai signifikan, menambah tekanan pada pasar Asia, termasuk Indonesia. Investor global lebih berhati-hati dalam mengalokasikan dana, sehingga aliran modal ke pasar negara berkembang seperti Indonesia pun ikut terhambat," kata Hendra kepada investortrust.id Selasa, (18/3/2025).
 

Sedangkan dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG semakin kuat akibat berbagai faktor ekonomi. Sepanjang 2025, investor asing telah mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 26,04 triliun, termasuk Rp 1,77 triliun hanya dalam sepekan terakhir. "Hal ini menandakan kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia sedang turun," ucap Hendra.

Di samping itu, Hendra menilai rumor terkait pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani yang beredar juga memicu rontoknya IHSG hari ini. "Sebenernya ada rumor spekulasi Menkeu Sri Mulyani Mundur, tapi saya belum berani kalau belum fix, cuma market mungkin respon itu salah satunya," imbuhnya.

Sebelumnya, pengamat pasar modal Panin Sekuritas Reydi Octa mengatakan, IHSG terkoreksi hingga terkena trading halt  dipicu sejumlah faktor, seperti keputusan investor yang tengah wait and see terhadap keputusan suku bunga acuan The Fed yang prediksinya hampir 99% suku bunga bertahan di level 4,25 - 4,5% untuk pertemuan besok tanggal 19 Maret 2025.

"Artinya investor akan lebih senang untuk mengamankan dananya di instrumen investasi low risk yang masih menawarkan return yang tinggi karena suku bunga masih tinggi," kata Reydi kepada investortrust.id Selasa, (18/3/2025).
 
 


Amblesnya IHSG ini turut menyita perhatian publik, yang mana Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama dengan sejumlah anggota DPR berkunjung ke BEI, kunjungan tersebut dilakukan saat IHSG anjlok hingga terkena trading halt pada sesi I. Dasco didampingi oleh Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Wihadi Wiyanto, Putri Komarudin dan Fauzi Amro.

Misbakhun mengatakan, kehadiran dirinya dan Dasco untuk membangun kepercayaan pasar. Menurutnya, kehadiran pimpinan DPR menunjukkan dukungan parlemen dan pemerintah terhadap langkah yang diambil BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meninjau Bursa Efek Indonesia didampingi Direktur Utama BEI, Iman Rahman saat IHSG terjun bebas di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, (18/3/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa 
 

"Kita ingin membangun kepercayaan kepada pasar bahwa kita memberikan dukungan penuh kepada Otoritas Jasa Keuangan kepada Bursa Efek Indonesia terhadap policy-policy yang mereka ambil terkait dengan situasi saat ini terkait situasi saat ini," katanya.

Di sisi lain, guna mencegah kerugian investor, OJK selaku regulator memberi sedikit petunjuk soal kebijakan di pasar modal Indonesia untuk menahan penurunan IHSG.

“Saya ucapkan terima kasih kepada DPR, ini luar biasa dan tentunya ingat ya, ini akan mendukung policy yang dilakukan. Kami pada saat 3 Maret 2025 kan dilakukan konferensi pers terhadap volatility dan kami beri kepada rekan-rekan wartawan yang akan dilakukan. InsyaAllah besok kami akan lakukan salah satu policy mungkin rekan-rekan wartawan akan hadir,” papar Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi di depan Main Hall Gedung BEI, Selasa (18/3/2025).

Namun Inarno belum memberikan keterangan yang lebih jelas, saat ditanya lebih lanjut oleh wartawan. Mantan direktur utama BEI ini selalu menjawab agar wartawan menunggu pengumuman esok hari, Rabu (19/3/2025) pukul 10:00 WIB.

“Policy (kebijakan) itu tidak bisa setiap menit berubah. Pokoknya tunggu besok ya. Kalian sudah tahu lah (kebijakan dimaksud),” ungkap Inarno kepada wartawan
 
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco didampingi Ketua Komisi XI DPR Misbakhun, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Wihadi Wiyanto, Putri Komarudin dan Fauzi Amro saat disambut oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman saat mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa 
 

Sementara itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman menilai rontoknya IHSG merupakan sesuatu yang normal. Iman mengutarakan bahwa penurunan indeks berpengaruh dari faktor global, termasuk perkembangan terkini di Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada investor asing.

"Penurunan indeks sudah terjadi sejak minggu lalu dan bukan sesuatu yang tidak wajar," kata kepada media di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (18/3/2025)

Di lantai Bursa, pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup merosot 248,55 poin (3,84%) ke level 6.223,38. IHSG sempat anjlok hingga terkena trading halt, sejumlah saham ini tak terpengaruh. Bahkan, justru catatkan penguatan.

Penguatan tertinggi dipimpin saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) melesat 24,73% menjadi Rp 464, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik 23,34% menjadi Rp 228, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik 19,63% menjadi Rp 1.615.
 
 
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024