Summarecon (SMRA) Torehkan Lompatan Laba 79,30%, Nilainya Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan peningkatan pesat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 79,30% menjadi Rp 1,37 triliun tahun 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 765,96 miliar.
Manajemen SMRA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/3/2025) menyebutkan bahwa peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat pendapatan dari Rp 6,65 triliun menjadi Rp 10,62 triliun tahun 2204.
Baca Juga
Marketing Sales Summarecon (SMRA) di Bawah Target Rp 4,4 Triliun, Bagaimana Target Sahamnya?
Perseroan juga mencatatkan peningkatan laba kotor dari Rp 3,35 triliun emnjadi Rp 5,46 triliun. Begitu juga dengan laba usaha meningkat dari Rp 1,91 triliun menjadi Rp 3,73 triliun. Padahal, perseroan mencatatkan kenaikan beban umum dan penjualan.
SMRA mencatatkan kenaikan beban keuangan dari Rp 756,96 miliar menjadi Rp 1,04 triliun. Begitu juga dengan bea BHTB mencapai Rp 414,37 miliar, dibandingkan tahun lalu tidak ada. Peningkatan tersebut tak membuat laba sebelum pajak tergerus, sebaliknya meningkat dari Rp 1,34 triliun menjadi Rp 2,46 triliun.
Baca Juga
Di Tengah Insentif Melimpah, Begini Target Saham CTRA, PWON, SMRA, dan BSDE
Peningkatan tersebut berdampak terhadap pertumbuhan pesat laba per saham SMRA dari Rp 46,40 menjadi Rp 83,19 per saham. Sedangkan pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, saham SMRA ditutup melemah menjadi Rp 388 per saham.
Sebelumnya, manajemen SMRA mengumumkan realisasikan penjualan marketing (marketing sales) seniali Rp 4,4 triliun. Angka tersebut hanya merefleksikan sebanyak 87% dari target yang telah ditetapkan manajemen untuk tahun 2024. Penyumbang terbesar marketing sales terbesar berasal dari Summarecon Bandung, Bogor, dan Tangerang.

