Makin Dilirik Investor, Apa Itu Bitcoin ETF?
JAKARTA, investortrust.id - Tingkat adopsi Bitcoin semakin hari semakin masif. Selain sudah diakui sebagai aset investasi berupa komoditas di berbagai negara, Bitcoin juga sudah dijadikan sebagai sekuritas lewat Exchange Traded Fund (ETF). Teranyar, manajer investasi terbesar di dunia, Blackrock juga mulai melirik Bitcoin. Tercermin dari aksi mereka yang mendaftarkan ETF Bitcoin.
ETF adalah jenis sekuritas yang mengikuti nilai aset investasi tertentu, namun dapat diperjualbelikan di bursa saham dengan cara yang sama seperti saham. ETF dapat disusun untuk mengikuti harga aset investasi apa pun, mulai dari indeks, sektor saham, komoditas, hingga koleksi sekuritas yang besar dan beragam.
Beberapa jenis ETF yang populer adalah ETF saham, ETF obligasi, ETF industri, ETF mata uang, hingga belakangan ETF yang mengikuti harga Bitcoin atau dikenal sebagai Bitcoin ETF juga semakin menjamur.
Melansir Pintu Academy, Selasa (11/3/2025) lewat ETF, investor dapat melakukan diversifikasi investasi mereka tanpa benar-benar memiliki aset itu sendiri. Selain itu, ETF juga memungkinkan investor mempunyai beragam jenis aset dalam satu keranjang, alih-alih membeli satu jenis aset secara tersendiri. Mengingat ETF dapat diperdagangkan di bursa, maka harganya akan berubah sepanjang hari perdagangan karena masing-masing aset yang diikuti tersebut diperjualbelikan di pasar.
Baca Juga
Apa itu Bitcoin ETF?
Bitcoin ETF adalah sekuritas yang berisikan berbagai aset yang berkaitan dengan Bitcoin dan diperjual-belikan di bursa tradisional, alih-alih bursa kripto. Keberadaan Bitcoin ETF bertujuan untuk memberikan akses bagi para investor yang ragu untuk memiliki Bitcoin sepenuhnya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ETF memungkinkan investor memiliki akses ke aset tertentu, dalam hal ini Bitcoin, tanpa harus memilikinya.
Secara teori, Bitcoin ETF tercipta dengan cara manajer investasi membeli Bitcoin yang disekuritasisasi. Setelah itu, Bitcoin ETF dapat diperjual-belikan di bursa saham, layaknya saham pada umumnya.
Bagaimana Cara Kerja Bitcoin ETF?
Bitcoin ETF bekerja dengan menggunakan kontrak berjangka karena kebanyakan Bitcoin ETF hanya melacak harga tanpa harus memiliki Bitcoin secara fisik di dalam dompet. Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual aset pada harga yang telah ditentukan sebelumnya. Ini berarti kamu dapat membeli aset di bawah atau di atas harga pasar saat ini di akhir kontrak (disebut tanggal kedaluwarsa).
Kontrak berjangka digunakan untuk membantu melindungi produsen dan pemasok dari volatilitas harga dengan memungkinkan masing-masing pihak untuk “mengunci” harga jual atau beli tujuannya adalah untuk mengelola risiko daripada memaksimalkan keuntungan.
Mengingat Bitcoin ETF yang ada saat ini berupa kontrak berjangka, maka memiliki Bitcoin ETF sama dengan bertaruh berapa harga Bitcoin saat kontrak tertentu berakhir. Ini berarti kamu tidak mendapatkan eksposur Bitcoin untuk jangka panjang.
Sayangnya, Bitcoin ETF tersebut kesulitan untuk melacak harga BTC secara akurat karena ketergantungannya terhadap kontrak berjangka yang spekulatif. Hasilnya adalah terjadi deviasi harga Bitcoin ETF dengan harga BTC yang asli, membuat harga Bitcoin ETF menjadi terlalu mahal atau terlalu murah.
Permasalahan tersebut terjadi dikarenakan para manajer investasi tidak bisa melakukan pembelian BTC secara langsung. Hanya Bitcoin ETF spot yang memungkinkan pembelian BTC secara langsung. Oleh karena itu, wacana pengajuan Bitcoin ETF oleh Blackrock baru-baru ini berpotensi menjadi hal besar karena yang diajukan adalah Bitcoin ETF spot.
Daftar Bitcoin ETF Populer
- Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) milik GrayScale Investment yang memiliki dana kelolaan sebesar US$ 18,9 miliar.
- ProShares Bitcoin Strategy ETF (BITO) milik ProShares yang memiliki dana kelolaan sebesar US$ 1,03 miliar
- ProShares Short Bitcoin Strategy ETF milik ProShares yang memiliki dana kelolaan sebesar US$ 83,36 juta.
- VanEck Bitcoin Strategy ETF milik VanEck yang memiliki dana kelolaan sebesar US$ 45,05 juta.
- Valkyrie Bitcoin Strategy ETF milik Valkyrie Funds LLC yang memiliki dana keloaan sebesar US$ 29,87 juta.
Selain di Amerika Serikat, Bitcoin ETF juga cukup menjamur di Hong Kong, salah satu negara yang mendukung industri kripto. Beberapa Bitcoin ETF besar di Hong Kong adalah CSOP Bitcoin Futures ETF dan Samsung Bitcoin Futures Active ETF. Bahkan investor dapat membeli Bitcoin ETF tersebut secara langsung melalui HSBC Hong Kong.
Calon Bitcoin ETF Spot yang Didaftarkan
Berbeda dengan Bitcoin ETF (melacak harga kontrak berjangka) yang ada di pasar saat ini, Bitcoin ETF yang sedang ramai didaftarkan ini akan melacak harga BTC spot. Tak hanya itu, manajer investasi yang mendaftarkan Bitcoin ETF kali ini juga merupakan perusahaan dengan aset kelolaan besar.
- Blackrock. Perusahaan dengan dana kelolaan sebesar US$10 triliun
- Fidelity Investment. Perusahaan dengan dana kelolaan sebesar US$4,5 triliun.
- Invesco. Perusahaan dengan dana kelolaan sebesar US$ 1,49 triliun.
- Wisdom Tree. Perusahaan dengan dana kelolaan sebesar US$ 87 miliar.
- Valkyrie. Perusahaan dengan dana kelolaan sebesar US$ 1 miliar.
Kelebihan Bitcoin ETF
Berikut ini adalah beberapa kelebihan berinvestasi melalui Bitcoin ETF:
- ⚡ Praktis. Lewat Bitcoin ETF, investor tidak perlu melalui proses pertukaran mata uang kripto, penyimpanan kripto, serta tidak ada risiko kehilangan kunci dompet digital. Investor cukup melakukan pembelian ETF Bitcoin di bursa saham.
- 🔍 Jelas. Investor institusi membutuhkan instrumen investasi yang bekerja di dalam regulasi dan framework yang sudah ada dan jelas. Bitcoin ETF memiliki hal tersebut, lain halnya dengan aset kripto.
- ⚖️ Kepastian Pajak. Sebagai sekuritas, aturan perpajakan ETF sudah sangat jelas. Hal ini menjadi aspek penting bagi investor, terlebih kalangan institusi.
- 🎯 Risiko yang Lebih Terukur. Seluruh risiko keamanan terkait Bitcoin akan ditangani oleh manajer investasi ETF. Menjadikan investor bisa mendapat eksposur Bitcoin, tanpa perlu memilikinya dan terhindar dari risiko yang membayanginya.
Apa Kekurangan Berinvestasi Bitcoin ETF?
Berikut ini adalah beberapa kekurang berinvestasi melalui Bitcoin ETF (berbasis kontrak berjangka):
- 🔦 Semu. Investor hanya mendapatkan eksposur harga BTC dalam jangka pendek, alih-alih secara menyeluruh dan jangka panjang. Hal ini karena kontrak berjangka memiliki tanggal kedaluwarsa.
- 💲 Beban biaya. Praktisnya ETF Bitcoin dibarengi dengan adanya tambahan biaya manajemen. Belum lagi, harga yang ditawarkan Bitcoin ETF biasanya lebih tinggi daripada harga di pasar spot.
- 🏢 Ketergantungan pada pihak lain. Investor bergantung pada manajer ETF untuk membeli dan menjaga Bitcoin mereka, yang bisa menjadi risiko jika manajer tersebut gagal melakukan tugasnya dengan baik

