Perdana Menteri Bhutan Sebut Cadangan Bitcoin Menguntungkan Rakyatnya
JAKARTA, investortrust.id -Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay mengaku cadangan Bitcoin negara tersebut telah menguntungkan rakyatnya. Langkah ini tak kalah dengan cadangan strategis Bitcoin Presiden AS Donald Trump.
Kerajaan Bhutan telah memanfaatkan sumber daya airnya yang melimpah untuk menambang Bitcoin setidaknya sejak tahun 2019. Saat ini, negara tersebut merupakan pemegang aset terbesar kelima di antara negara-negara lain, dengan 13.029 BTC senilai lebih dari US$1,1 miliar atau setara Rp 18 triliun.
Baru-baru ini, Perdana Menteri negara tersebut telah menjelaskan bagaimana cadangan ini telah menguntungkan rakyat.
Baca Juga
CEO MicroStrategy Soroti Pentingnya Bitcoin dalam Cadangan Kripto AS yang Baru
Berbicara kepada Al Jazeera dalam klip berdurasi sekitar tiga menit yang dibagikan oleh saluran berita tersebut pada Kamis (6/3/2025), Tshering Tobgay menggambarkan Bitcoin sebagai cadangan strategis bagi Bhutan yang menurut penuturannya telah terbukti sangat berharga.
“Kami telah menggunakan Bitcoin untuk menyediakan layanan kesehatan gratis, untuk lingkungan, tetapi ini hanya hal-hal kecil. Penggunaan utama Bitcoin adalah untuk membiayai gaji pegawai negeri,” ujar Tobgay dilansir dari Crypto News, Senin (10/3/2025).
Penambangan Bitcoin, dikatakannya mengisi kesenjangan penting dalam perolehan pendapatan bagi Bhutan. Bhutan sendiri adalah sebuah negara kecil yang akan kesulitan bersaing dengan negara-negara lain di dunia dalam bidang manufaktur atau pertanian skala besar.
Baca Juga
Sah! Trump Resmi Teken Perintah untuk Bangun Cadangan Bitcoin, Janji Kampanye Ditepati
Sementara itu, Bhutan tidak hanya tertarik pada Bitcoin tetapi melihat potensi dalam ekosistem aset digital yang lebih luas. Pada bulan Januari, negara tersebut mengumumkan akan menetapkan Bitcoin, Ethereum, dan BNB sebagai aset cadangan strategis di wilayah administratif khusus yang baru didirikan, Gelephu Mindfulness City.
“Saya pikir Anda tidak bisa lari dari blockchain. Tidak bisa lari dari AI. Bagaimana blockchain dan AI akan menggabungkan industri uang, jika boleh saya katakan, dan bagaimana uang mengalir dari satu tangan ke tangan lain, karena ini adalah salah satu inovasi terbesar dalam ruang uang, bagi umat manusia, sejak kita mengingat di mana uang ditemukan atau diciptakan,” kata CEO perusahaan induk kekayaan negara Bhutan Ujjwal Dahal kepada Al Jazeera.
Di tengah penerimaan Bhutan terhadap aset digital, beberapa pelaku pasar kripto memujinya sebagai pelopor dan contoh bagi dunia.

