Saham TLKM Terpangkas 38% dalam Setahun, Bos Telkom Siapkan "Buyback"
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan opsi pembelian kembali (buyback) saham untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan mendongkrak harga saham TLKM yang dalam setahun terakhir terpangkas 38,2%. Rencana buyback akan diagendakan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan Telkom pada 25 Maret 2025.
“Valuasi saham Telkom belum mencerminkan fundamentalnya. Fundamental kami tidak ada masalah. Penurunan harga saham belakangan ini lebih disebabkan persepsi pasar,” kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menjawab investortrust.id pada acara Executive Media Gathering dengan para pemimpin redaksi media massa nasional di Jakarta, Jumat (7/3/2025) malam.
Baca Juga
Dukung Transformasi Digital Indonesia, Telkom (TLKM) Agresif Kembangkan AI
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TLKM pada penutupan perdagangan Jumat (7/3/2025) naik tipis Rp 10 (0,40%) ke level 2.410 dengan market cap Rp 238,74 triliun. Namun, dalam sepekan, saham emiten pelat merah itu turun 3,2%, dalam sebulan melemah 5,9%, dan selama tahun berjalan (year to date/ytd) anjlok 12,7%. Adapun dalam setahun, saham TLKM terpangkas 38,2%, dalam lima tahun tergerus 35,7%, dan dalam 10 tahun menyusut 19,3%. Tetapi dalam 15 tahun, saham TLKM melesat 45,2%.
Kinerja saham TLKM masih di bawah kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI. Dalam sepekan, IHSG naik 2,3%, dalam sebulan turun 3,5%, dalam tiga bulan melemah 10,1%, selama ytd turun 6,3%, dalam setahun anjlok 9,5%, dan dalam tiga tahun melemah 4,2%. Adapundalam lima tahun, IHSG meningkat 20,7%, dalam 10 tahun melonjak 20,3%, dan dalam 15 tahun melambung 157,3%.
Hingga kuartal III-2024, Telkom membukukan laba bersih Rp 17,7 triliun, turun 9,2% dibanding Rp 19,5 triliun pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Saham TLKM memiliki price to earning ratio (PER) disetahunkan (annualized) 10,13 kali dengan price to book value (PBV) 1,5 kali. Telkom baru akan merilis kinerja keuangan setahun penuh (full year) 2024 pada 25 Maret mendatang.
Baca Juga
Begini Target Harga Terbaru Saham Telkom (TLKM), Masih Ada Potensi Cuan?
Menurut Ririek Adriansyah, kondisi industri telko sedang tertekan, bukanhanya di Indonesia, tapi juga di level global. Apalagi kondisi ekonomi makro sedang kurang kondusif. Belum lagi ketidakpastian ekonomi global akibat perang tarif yang dipicu kebijakan Presiden AS, Donald Trump.
Di lantai bursa, kata Ririek, pasar yang sedang galau mendapat sentimen negatif dari keputusan Morgan Stanley memangkas peringkat saham MSCI Indonesia dari equal weight menjadi underweight. Morgan Stanley beralasan prospek pertumbuhan ekonomi domestik melemah di tengah kuatnya tekanan terhadap profitabilitas perusahaan di sektor siklikal.
“Jadi, mau tidak mau, hal itu turut memengaruhi sentimen pasar, walaupun fundamental kami sebetulnya bagus. Dalam kondisi seperti ini, saham TLKM masih undervalued,” ujar dia.
Ririek menegaskan, bisnis Telkom terus bertumbuh. Hingga kuartal III-2024, pendapatan Telkom Group naik 0,9% menjadi Rp 112,2 triliun. Jumlah pelanggan juga bertambah 0,1% menjadi 158,4 juta, dengan kenaikan payload (trafik layanan data) sebesar 12,4% menjadi 14.553 petabyte danconvergence ratio (rasio jumlah pelanggan yang memiliki broadband dan seluler) sebesar 53%.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Gandeng Alibaba Perkuat Ekosistem Digital di Indonesia
Ririek Adriansyah mengungkapkan, kinerja Telkom full year 2024 juga berada di jalur positif, baik secara tahunan (year on year/yoy) maupun secara kuartalan (quarter to quarter/q to q). “Pendapatan Telkom Group kami estimasikan naik, jumlah pelanggan juga bertambah. Begitu pula payload dan convergence ratio, semua naik,” tegas dia.
Baca Juga
Sinergi Layanan, TelkomMetra dan Sipajak Dukung Transformasi Perpajakan Digital
Direktur Finance and Risk Management Telkom, Heri Supriadi menambahkan, manajemen Telkom sedang menyusun skema buyback saham TLKM di pasar. Buyback saham akan diagendakan dalam RUPS BUMN tersebut pada 25 Maret mendatang.
“Kami akan menyusun rencana buyback saham. Parameter-parameternya (harga, volume, anggaran, periode, dan lain-lain, Red) akan kami sampaikan di RUPS nanti,” tutur dia.
Agar efektif, menurut Heri Supriadi, pihaknya akan membuat skema buyback yang fleksibel. “Dengan begitu, kami bisa memberikan signal kepada para investor dan pelaku pasar tentang persespi saham TLKM,” tandas dia.
Heri juga menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI melonggarkan aturan buyback saham. Dalam beleid baru yang masih dikaji itu, buyback saham bisa dilaksanakan emiten tanpa harus meminta persetujuan RUPS terlebih dahulu.
"Itu bisa memberikan fleksibilitas kepada emiten untuk segera mengambil keputusan buyback saham saat pasar mengalami gejolak," ujar dia.
Saham TLKM vs IHSG
* TLKM:
1 minggu: -3,2%
1 bulan: -5,9%
Ytd: -12,7%
1 tahun: -38,2%
5 tahun: -35,7%
10 tahun: -19,3%
15 tahun: +45,2%
* IHSG:
1 minggu: +2,3%
1 bulan: -3,5%
Ytd: -6,3%
1 tahun: -9,5%
5 tahun: +20,7%
10 tahun: +20,3%
15 tahun: +157,3%

