Adhi Karya (ADHI) Cetak Kenaikan Laba Bersih 18% pada 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencetak kenaikan laba bersih hampir 18% menjadi Rp 252,49 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 214 miliar.
“Peningkatan laba dikontribusikan oleh proyek Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo, Pabrik PUSRI III-B di Palembang, dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang,” jelas Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Rozi Sparta, dikutip pada Jumat (7/3/2025).
Penguatan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan perseroan yang justru turun 33,48% (yoy) menjadi Rp 13,35 triliun tahun lalu. Sebab, terdapat reprofiling portofolio peningkatan proyek joint operation (JO) dari sebelumnya berkontribusi 26% pada 2023 menjadi 48% pada 2024. Secara peraturan akuntansi, pendapatan JO tidak masuk dalam pendapatan, hanya dalam bentuk laba. “Laba JO terlihat torehkan peningkatan pesat sebanyak 81,4% dari Rp 487,7 miliar pada 2023 menjadi Rp 884,7 miliar tahun lalu,” sambung Rozi.
Baca Juga
Laba JO dikontribusikan oleh proyek MRT CP-02, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Tol IKN seksi 3A-2. Margin laba kotor ADHI juga mengalami pertumbuhan menjadi 12% akibat optimalisasi biaya di level proyek.
Dari sisi neraca, total liabilitas ADHI ada sebesar Rp 25,4 triliun hingga Desember 2024, turun 19% (yoy) karena perseroan telah melakukan pelunasan seluruh obligasi yang jatuh tempo pada tahun berjalan.
Sedangkan untuk ekuitas, ADHI mencatatkan pertumbuhan 5% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 9,7 triliun pada tahun buku 2024. Dengan peningkatan kinerja tersebut debt equity ratio total (DER) perusahaan menurun, yakni menjadi 2,62 kali dari 3,39 kali pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Cerna Potensi Keringanan Tarif Trump, Yield USTreasury 10 Tahun Naik
“DER interest bearing debt juga menunjukkan angka perbaikan dari tahun sebelumnya yakni dari 1,31 kali menjadi 0,92 kali. Hal ini menunjukan peningkatan kemampuan ADHI dalam memenuhi kewajibannya,” tegas Rozi.
Kemudian, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan arus kas operasi sebesar 187% pada laporan audited 2024. Manajemen menekankan, Adhi Karya selalu membukukan arus kas operasi yang positif sejak 2018 hingga 2024.
Dalam upaya memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan, perusahaan terus mengoptimalkan potensi dari 77 proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijadwalkan berjalan antara 2025 hingga 2029.
Baca Juga
Menurut Rozi, langkah itu menjadi bagian integral dari strategi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan infrastruktur nasional.
“Melalui komitmen yang kuat terhadap inovasi dan keberlanjutan, ADHI bertekad untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi ekonomi Indonesia. Dengan cara, memastikan setiap proyek PSN tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

