Bahas Krisis Utang AS, Robert Kiyosaki Sebut Ada Peluang Beli Bitcoin Lebih Banyak
JAKARTA, investortrust.id - Amerika Serikat (AS) tengah menghadapi bencana keuangan. Di mana, porsi utang telah meledak dan mendorong ekonomi menuju kehancuran.
Namun dalam hal ini, Robert Kiyosaki memperingatkan bahwa Bitcoin bukanlah masalahnya, tapi melainkan sistem moneternya rusak. Pengeluaran pemerintah yang sembrono telah mendorong total kewajiban melampaui US$ 230 triliun. Program sosial seperti Medicare dan Jaminan Sosial menambah tekanan lebih besar. Ketika negara-negara seperti China dan Jepang berhenti membeli obligasi AS, inflasi dapat lepas kendali.
Sementara banyak yang khawatir Bitcoin akan jatuh, namun Kiyosaki melihat peluang untuk membeli lebih banyak. Seperti diketahui, Bitcoin (BTC) jatuh di bawah level US$ 80.000 untuk pertama kalinya sejak November 2024 di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi makro atas tarif yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. BTC pun anjlok ke level terendah tahunan baru. Bitcoin terakhir diperdagangkan pada level ini pada 11 November, beberapa hari setelah Trump terpilih sebagai presiden AS, di tengah optimisme bahwa kebijakan pro kriptonya akan menyebabkan reli Bitcoin pada tahun 2025.
Namun menilik data Coinmarketcap, Jumat (28/2/2025) pukul 11.05 WIB, koin kripto nomor wahid ini terpantau di US$ 79.540, alias turun 27% dari titik tertinggi sepanjang masa yang dicapainya kurang dari enam minggu lalu. Adapun Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 109.241 pada 20 Januari 2025 yang merupakan hari pelantikan Trump.
Kiyosaki menambahkan, AS tenggelam dalam utang dan setiap tahunnya, pengeluaran yang sembrono memperburuk masalah ini. Politisi menjanjikan keuntungan tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Sementara, generasi mendatang akan berjuang di bawah beban kewajiban yang tak ada habisnya.
Obligasi AS pun tidak lagi menginspirasi kepercayaan. Investor asing pernah menopang ekonomi dengan membeli dalam jumlah besar. Sekarang, banyak yang ragu, melihat risikonya. Tanpa permintaan yang kuat, inflasi dapat melonjak, membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih mahal.
Jalan Keluar
Kiyosaki lebih lanjut menyebut uang palsu menguras kekayaan dari orang-orang yang bekerja keras. Federal Reserve mencetak dolar tanpa henti, membuat tabungan semakin tidak berharga seiring berjalannya waktu. Ia pun menolak untuk mempercayai sistem yang dibangun di atas janji-janji kosong. Di sisi lain, ia justru lebih memilih emas, perak, dan Bitcoin sebagai gantinya.
Bitcoin memberikan stabilitas di dunia yang penuh ketidakpastian. Tidak seperti uang tradisional, tidak ada pemerintah yang mengendalikan pasokan. Tidak ada bank sentral yang dapat meningkatkan nilai melalui kebijakan yang sembrono. Bitcoin beroperasi berdasarkan kepercayaan, transparansi, dan kelangkaan.
"Keruntuhan pasar menciptakan peluang. Ketakutan membuat orang yang lemah menjual, sementara investor yang berpengalaman mengakumulasi. Bitcoin tetap menjadi lindung nilai terhadap inflasi, menawarkan perlindungan saat dolar melemah. Mereka yang menyadari nilai jangka panjang memanfaatkan keuntungan saat harga turun," kata Kiyosaki.

