Bos Baru Tokocrypto Bahas IPO hingga Target Transaksi, Ini Dia Katanya
JAKARTA, investortrust.id – PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto) kini memiliki bos baru. Calvin Kizana yang dikenal sebagai sosok yang memiliki berbagai pengalaman memimpin dan mendirikan startup didapuk menjadi CEO Tokocrypto sejak awal tahun 2025.
Calvin mengatakan, industri aset kripto terus berkembang dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan. Tokocrypto pun telah meraih profitabilitas. Fokus utama perseroan saat ini adalah pertumbuhan berkelanjutan dengan strategi bisnis yang matang.
Meski begitu, perseroan saat ini dikatakan mantan bos WhatsApp pertama di Indonesia itu mengaku belum memiliki rencana go public melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Kalau untuk itu sih sebetulnya investasi saat ini kita belum ada rencana kesana (IPO). Jadi saat ini kita masih self sustain. Tadi mungkin dipaparkan juga kita adalah exchange yang sudah profitable. Jadi kami belum melihat investment itu dibutuhkan dalam waktu dekat,” kata Calvin kepada Investortrust di sela-sela Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2025, di Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Baca Juga
Meski begitu, ia tak menampik bisa saja perusahaan mengambil langkah IPO dalam jangka panjang. “Siapa sih yang nggak mau IPO gitu kan?. Tapi untuk saat ini kita belum ada rencana kesana sih,” tambahnya.
Untuk informasi, pada tahun 2024, Tokocrypto mencatatkan peningkatan nilai transaksi yang signifikan, mencapai tiga kali lipat dengan lebih dari 4 juta pengguna. Platform ini menyediakan akses ke lebih dari 380 jenis token dan koin, dengan berbagai fitur seperti staking, DCA, beli/jual, passkey, dan TKO Megadrop.
Adapun nilai transaksi di Tokocrypto tahun 2024 mencapai US$ 9,3 triliun atau sekitar Rp 151 triliun, setara dengan 23,21% dari total transaksi kripto nasional. Dengan pencapaian tersebut, Tokocrypto berhasil mencapai profitabilitas atau keuntungan, bahkan nilainya meningkat hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini kita targetnya (tumbuh) 3 kali bahkan mungkin lebih yah dibandingkan 2024,” sebut Calvin seraya optimistis bahwa secara tren industri kripto masih akan bullish tahun ini meski di tengah gejolak ekonomi dunia.
Baca Juga
Tokocrypto Tunjuk Bos WhatsApp Pertama di Indonesia Calvin Kizana Jadi CEO Baru, Ini Profilnya
Sementara itu, mengenai kabar bahwa Tokocrypto sedang mencari partner strategis yang berasal dari grup konglomerasi besar, ia mengaku saat ini belum.
“Saat ini sih belum. Balik lagi tadi kita sudah profitable. Jadi kita belum membutuhkan partner baru untuk saat ini. Ya nggak tahu nanti ke depannya ya. Tapi untuk saat ini wacana kita adalah kita akan mempertahankan apa yang sudah kita capai. Sebagai platform kripto nomor 1 dan juga profitable exchange. Itu yang akan kita tingkatkan secara regular,” katanya.
Sebelumnya, Tokocrypto menunda rencana IPO setelah Binance menambah kepemilikan saham menjadi 100%. Tokocrypto awalnya merencanakan IPO sejak 2021. Namun wacana menjadi perusahaan publik ini ditunda setelah CEO Pang Xue Kai menjadi Yudhono Rawis akhir tahun 2022. Alasannya karena ada tambahan modal dari investor, yakni Binance.
Akuisisi Tokocrypto oleh Binance memang menambahkan babak baru dalam perjalanan perusahaan ini. Sebagai raksasa global di dunia aset kripto, Binance membawa keahliannya dalam membangun ekosistem perdagangan aset kripto yang kuat. Dengan investasi dari Binance, Tokocrypto memiliki potensi untuk memperluas jangkauan dan layanannya, serta memperkuat posisinya sebagai pemeran pasar aset kripto di Indonesia.

