BRI Danareksa Prediksi IHSG Lanjutkan Koreksi, Tiga Saham Ini Dijagokan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/1/2025), berpotensi lanjutkan koreksi setelah menembus support MA20 level 7.111. Pemodal disarankan untuk mewaspada penurunan lebih dalam, jika indeks turun ke bawah support 6.9331.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta hari ini menyatakan bahwa indeks kembali melanjutkan koreksi setelah tertahan di resisten MA60 dan mulai menembus support MA20. Bahkan, terbuka peluang penurunan indeks ke bawah 7.000, jika support 6.931 tertembus.
Baca Juga
Wall Street Melaju di Tengah Fluktuasi, Dow Melonjak di Atas 150 Poin
Pergerakan indeks juga akan terpengaruh laju bursa saham dunia, seperti Wall Street ditutup rebound dengan penguatan Dow Jones sebanyak 0,38%. Begitu juga dengan indeks S&P500 naik 0,53% dan indeks Nasdaq naik 0,25%.
Meski indeks cenderung melemah, pemodal masih memiliki peluang untuk catatkan cuan dari beberapa saham. Di antaranya, saham EMTK direkomendasikan beli dengan target harga Rp 630-690, saham MIKA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.540-2.620, dan saham SCMA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 186-199. Sebaliknya saham HEAL direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 92,58 poin (1,29%) menjadi 7.073,48 dan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 397,69 miliar. Net sell terbesar disumbangkan saham saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 386,93 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 114,39 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 49,01 miliar.
Baca Juga
Pasar Eropa Melesat Setelah Pemangkasan Bunga ECB, Stoxx 600 Cetak Rekor Baru
Kejatuhan indeks kemarin terseret koreksi saham-saham emiten top 10 market cap. Seca sektor, penurunan dipicu koreksi sektor saham material dasar dengan penurunan 2,55%, sektor property 1,61%, sektor infrastruktur 1,32%, sektor industry 1,23%, sektor keuangan 0,46%, dan energi 0,31%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor consumer non primer 012% dan teknologi 1,06%.
Namun saat indeks anjlok, lima saham ini justru torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 35% menjadi Rp 108, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 25% menjadi Rp 1.225, PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 825, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) naik 34,26% menjadi Rp 145, dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) menguat 24,79% menjadi Rp 730.

