ETF Bitcoin Sukses, Kripto Lain Jadi Sorotan
JAKARTA, investortrust.id – Sukses yang ditorehkan exchange traded fund (ETF) Bitcoin Spot diperkirakan bakal mendorong para manajer investasi ramai-ramai menerbitkan produk ETF beraset dasar (underlying asset) kripto. Tak mengherankan jika aset kripto lain kini menjadi sorotan para investor.
Tak butuh waktu lama bagi ETF Bitcoin Spot untuk mencapai popularitas dan digandrungi para investor. Setahun setelah diluncurkan untuk pertama kalinya di AS, reksa dana yang diperdagangkan di bursa dengan aset dasar Bitcoin itu berhasil menarik sedikitnya US$ 35 miliar dana kumulatif dan mengumpulkan US$ 1,13 juta Bitcoin dari sisi dana kelolaan (asset under management/AUM).
Melansir CryptoNewsFlash, Sabtu (11/1/2025), BlackRock muncul sebagai pengelola dana terbesar dengan total AUM US$ 37,85 miliar, disusul Fidelity di posisi kedua dengan US$ 12,14 miliar, serta Ark dan Bitwise US$ 2 miliar lebih.
Baca Juga
Per Hari Ini, Pengawasan Aset Kripto dan Derivatif Keuangan Resmi Dialihkan ke OJK dan BI
Menurut CryptoNewsFlash, IBIT milik BlackRock dan FBTC milik Fidelity menorehkan pencapaian yang paling sukses. IBIT dan FBTC masing-masing berhasil menarik dana US$ 15 miliar dan US$ 8 miliar dalam tiga bulan pertama penawaran mereka.
“Karena investasi baru, posisi yang ada, dan apresiasi harga Bitcoin, total aset bersih semua ETF Bitcoin naik menjadi US$ 107 miliar,” jelas CryptoNewsFlash.
CryptoNewsFlash mengungkapkan, disetujuinya ETF Bitcoin oleh otoritas AS telah memunculkan rumor bahwa ETF kini semakin banyak yang fokus pada pasar aset kripto. Sekitar US$ 35 miliar diperkirakanmengalir ke ETF Bitcoin pada 2025 seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset kripto dan lembaga-lembaga yang menerimanya.
Baca Juga
Thailand Akan Uji Coba Pembayaran Menggunakan Kripto di Phuket, Indonesia Kapan?
“Hal ini telah membuka jalan bagi kemungkinan ETF kripto lainnya, seperti kripto berbasis XRP dan Solana,” demikian CryptoNewsFlash.
Karena pasar mengharapkan ETF kripto baru, ETF Bitcoin dan Ethereum pekan ini mengalami penarikan besar-besaran. ETF Bitcoin Spot dilanda arus keluar senilai US$ 568,8 juta, sedangkan FBTC Fidelity dan ARKB Ark mengalami penarikan masing-masing US$ 258,7 juta dan US$ 148,3 juta.
Ketika ETF Bitcoin diluncurkan pada 2024, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 46.000 dan terus meningkat sejak itu. Tahun lalu, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 91.000 hingga US$ 102.000, menandai tingginya permintaan pasar dan tren kenaikan harga yang konstan.
Saat ini terdapat 16 aplikasi untuk peluncuran ETF kripto baru yang tertunda. Lembaga seperti Van Eck, Canary Capital, dan 21Shares telah mengusulkan peluncuran dana yang akan melacak aset dasar, termasuk XRP, Solana, Litecoin (LTC), dan Hedera Hashgraph (HBAR). Pergeseran regulasi saat ini diperkirakan bakal memicu gelombang tersebut.
Baca Juga
Paul Atkins yang kemungkinan bakal ditunjuk sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS alias Securities and Exchange Commission (SEC) pada transisi kepresidenan Donald Trump diperkirakan dapat membawa perubahan positif dalam regulasi aset kripto.
Sebelumnya, pendekatan Gary Gensler selama masa kepemimpinannya di SEC agak konservatif. Namun, persetujuan ETF Bitcoin Spot baru terjadi tahun lalu. Undang-undang yang tidak terlalu ketat juga dapat mengesahkan ETF baru yang inovatif ini.

