Bus Listrik CKD Pertama dari VKTR untuk TransJakarta Resmi Beroperasi
JAKARTA, investortrust.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi mengoperasikan 20 unit bus listrik utuh terurai (completely knocked down/CKD) pertama dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40% untuk TransJakarta, Sabtu (11/1/2025) hari ini. Ke-20 bus itu merupakan hasil kolaborasi antara VKTR dan PT Laksana Bus Manufaktur, pemimpin industri karoseri di Indonesia.
Bus-bus tersebut mulai melayani koridor 10 rute Tanjung Priok–PGC dan koridor 14 rute Jakarta International Stadium-Senen yang menandai langkah penting menuju era elektrifikasi transportasi publik berkelanjutan di Indonesia.
“Pengoperasian bus-bus ini merupakan salah satu upaya VKTR terus memperkuat posisinya sebagai pelopor transformasi transportasi ramah lingkungan di Indonesia,” ujar Direktur Utama VKTR, Gilarsi W Setijono dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Sabtu (11/1/2025).
Baca Juga
VKTR Teknologi Serap Capex Rp 400 Miliar, Manajemen Ungkap Peruntukan Ini
VKTR adalah pelopor elektrifikasi segmen kendaraan komersial di Indonesia. VKTR menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Juni 2023. VKTR tercatat sebagai emiten kendaraan listrik komersial pertama di Indonesia.
Menurut Gilarsi Setijono, sebagai perusahaan yang mengedepankan inovasi dan keberlanjutan, VKTR telah membangun ekosistem transportasi listrik yang terintegrasi. Dengan TKDN di atas 40%, bus listrik ini menunjukkan komitmen VKTR memperkuat industri lokal sambil menciptakan dampak lingkungan yang positif.
Baca Juga
Serahkan 20 Bus Listrik ke Transjakarta, VKTR Targetkan Kenaikan Utilisasi Pabrik Mobil Listrik
Pengoperasian bus listrik ini, kata Gilarsi, juga sejalan dengan kebijakan pemerintah melakukan pengadaan barang dan jasa yang mengedepankan produk dalam negeri. "Ini bukti nyata dedikasi kami mendukung kemandirian industri otomotif nasional. VKTR berkomitmen menghadirkan solusi inovatif yang mendukung agenda keberlanjutan pemerintah," tegas dia.
Gilarsi menjelaskan, tak hanya menghadirkan produk unggulan, VKTR juga memimpin pengembangan fasilitas perakitan lokal dengan membangun pabrik baru di Magelang yang dijadwalkan rampung pada Januari 2025. Pabrik ini dirancang untuk mempercepat kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan listrik regional.
Gilarsi Setijono mengungkapkan, bus listrik ini merupakan hasil kolaborasi antara VKTR dan Laksana Bus Manufaktur. Kemitraan ini memastikan setiap unit bus memenuhi standar internasional dengan tetap mengutamakan penggunaan komponen lokal berkualitas.
Baca Juga
"Sinergi antara VKTR dan mitra strategis kami menjadi landasan utama dalam menghadirkan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mendukung kemandirian industri dalam negeri," tandas dia.
Gilarsi menambahkan, operasional bus listrik ini memberikan dampak signifikan, baik dari sisi pengurangan emisi karbon maupun efisiensi operasional. Sebagai bagian dari dukungan terhadap target TransJakarta beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik pada 2030, VKTR terus memainkan peran kunci dalam mempercepat transformasi transportasi publik di Indonesia.
"Elektrifikasi transportasi publik adalah masa depan. VKTR berkomitmen untuk berada di garis depan perubahan ini, memperkenalkan teknologi yang dapat diandalkan, dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan masa depan transportasi yang lebih hijau," papar Gilarsi.

