Buyback Saham GOTO Berlanjut, Harganya Konsisten Menguat
JAKARTA, investortrust.id– PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali melanjutkan pembelian kembali (buyback) saham dari pasar sebanyak 3,32 miliar (0,28%) sepanjang Desember 2024. Aksi ini menjadikan total saham treasury bertambah menjadi 20,29 miliar atau 1,7%.
Berdasarkan data laporan bulanan registrasi pemegang efek GOTO per Desember 2024 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, diungkapkan jumlah saham treasuri perseroan meningkat menjadi 20,29 miliar per Desember 2024 atau terjadi penambahan sebanyak 3,32 miliar dari posisi November 2024 baru mencapai 16,97 miliar.
Baca Juga
Berlanjutnya buy back saham tersebut mendapatkan apresiasi dari sejumlah pelaku pasar, apalagi disertai perbaikan fundamental perseroan. Pandangan positif pemodal terhadap saham teknologi ini tercermin dari penguatan saham GOTO sebanyak 60% dari titik terendahnya Rp 50 di Juni 2024 ke Rp 80 pada penutupan perdagangan Kamis (9/1/2025, bahkan GOTO sempat menyentuh level Rp 81.
“GOTO secara konsisten melakukan buy back sejak mendapat persetujuan pemegang saham di Juni 2024 dan terus mencatatkan perbaikan profitabilitas. Hasilnya juga positif, harga saham yang sempat menyentuh level all time low di Rp 50 berhasil rebound. Bahkan di awal tahun harga saham GOTO naik 14,3%. Ini adalah awal yang bagus dan investor semakin confidence terhadap fundamental dan prospek GOTO” ujar Abdul Azis, Analis Kiwoom Sekuritas.
Sebelumnya, Patrick Walujo mengungkapkan bahwa dirinya berkomitmen untuk tetap menjabat sebagai direktur utama perseroan hingga 2029. Sebagai direktur utama, Patrick mengaku akan fokus untuk mendorong GoTo menuju pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan. Dewan Komisaris GoTo pun diklaim telah menyetujui paket retensi berbasis kinerja sebagai bagian dari kesepakatan kerja.
Baca Juga
Keputusan tersebut dipandang positif tim riset BRI Danareksa Sekuritas. Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dan Kafi Ananta dalam komentar pasar dalam komentar pasar, Selasa (7/1/2025), menyebutkan bahwa keputusan perseroan untuk mempertahankan Patrick Walujo sebagai CEO GOTO hingga 2029 menghilangkan ketidakpastian terhadap operasional dan gerak saham emiten teknologi terbesar di Indonesia ini setidaknya dalam lima tahun ke depan.
“Di bawah kepemimpinan Patrick Walujo, GOTO telah beralih dari posisi bertahan hidup menuju pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan. Dengan kepastian Patrick menduduki posisi sebagai direktur utama dalam lima tahun ke depan, kepastian terhadap kelangsungan dan perencanaan bisnis memiliki kepastian ke depan,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Perbaikan Kinerja hingga Garap AI, Fund Manager Kakap Rajin Akumulasi Saham GOTO
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 90 per saham. Sedangkan dalam lima hari terakhir, saham GOTO berhasil mencatatkan penguatan sebanyak 12,86%. Hingga sesi I intraday BEI hari ini, saham GOTO berada di level Rp 79 per saham.
Pengumuman tersebut sejalan dengan kinerja perseroan yang tumbuh di bawah kepemimpinan Patrick selama setahun terakhir. Pada kuartal III-2024, growth transaction value (GTV) inti Grup GoTo tumbuh 74% (yoy) menjadi Rp 72 triliun. Sementara, pendapatan bruto juga tumbuh 34% (yoy) menjadi Rp 4,7 triliun. Kinerja yang kuat tersebut didorong oleh peningkatan 21% (yoy) dalam pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU) di seluruh ekosistem GoTo.
Grafik Saham GOTO

