BEI : 24 Perusahaan Antre IPO Saham, Mayoritas Beraset Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sebanyak 24 perusahaan sudah masuk antrean (pipeline) untuk mencatatkan perdana saham (Initial Public Offering/IPO) saham. Dari angka tersebut sebanyak 17 perusahaan dengan aset skala besar dengan nilai di atas Rp 250 miliar.
Sedangkan, sebanyak enam perusahaan dengan skala menengah beraset Rp 50-250 miliar dan satu perusahaan dengan berskala kecil di bawah Rp 50 miliar.
Baca Juga
Melesat 72,07%, Saham Adaro Andalan (AADI) Ditutup ARA Tiga Hari Beruntun
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sampai dengan 6 Desember 2024, sebanyak 40 perusahaan yang sudah mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 10,19 triliun.
“Sebanyak dua perusahaan sektor bahan baku, tiga perusahaan sektor konsumen siklikal, tujuh perusahaan dari sektor konsumer non siklikal, tiga perusahaan sektor energi, dua perusahaan sektor keuangan, dua perusahaan sektor kesehatan,” tulis Nyoman melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, dikutip Senin (9/12/2024).
Perusahaan lainnya yang antre, menurut dia, dua perusahaan dari sektor industri, dua perusahaan dari sektor properti dan real estate, dan satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
Baca Juga
Apple dan Tax Holiday, Bagaimana Dampak untuk Investasi Asing?
“Terkait rights issue, hingga 6 Desember 2024, terdapat 15 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total Rp Rp 34,42 triliun,” terang Nyoman.
Sementara itu, pada periode yang sama telah diterbitkan 134 emisi dari 66 penerbit efek bersifat utang sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 133,5 triliun.

