Harga Emas Naik Pasca Data Nonfarm Payrolls AS yang Lebih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas meningkat ke level US$ 2.643 per troy ons pada Senin (9/12/2024) usai laporan pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat (AS) pada bulan November menunjukkan pasar tenaga kerja terus melakukan pelonggaran secara bertahap. Serta menghidupkan ekspektasi pasar bagi Federal Reserve (The FED) untuk menurunkan suku bunga lagi.
Mengutip riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), data ekonomi pada hari Jumat melaporkan bahwa Non-Farm Payrolls (NFP) AS menambah 227 ribu pekerja baru ditambahkan ke dalam angkatan kerja, lebih tinggi dari estimasi 200 ribu dan setelah kenaikan sebesar 36.000 pekerjaan pada bulan Oktober.
Selain itu, tingkat pengangguran naik ke 4,2%, sesuai ekspektasi, lebih tinggi dari rilis sebelumnya 4,1%. Sementara, pendapatan per jam rata-rata naik stabil 0,4% dan 4% masing-masing pada basis bulanan dan tahunan.
Baca Juga
Pendiri MicroStrategy Desak AS Mengganti Cadangan Emas dengan Bitcoin
Pertumbuhan lapangan kerja AS yang melonjak pada bulan November, namun hal ini mungkin tidak menandakan perubahan signifikan dalam kondisi pasar tenaga kerja yang melemah pada pertemuan sebelumnya, sehingga ekspektasi pasar tetap tertuju pada kemungkinan The Fed untuk menurunkan suku bunga lagi pada bulan ini.
“Yang mana probabilitas The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bsp) menjadi 4,25% - 4,50%,” tulis riset ICDX Senin (9/12/2024).
Baca Juga
Di sisi lain, dalam berita yang beredar, People's Bank of China (PBOC), bank sentral China, kembali membeli emas untuk cadangannya di bulan November setelah sebelumnya menghentikan pembeliannya selama enam bulan.
“Hal ini, pada gilirannya, dapat mendorong harga logam mulia, karena China adalah negara konsumen utama emas. Kepemilikan emas China naik menjadi 72,96 juta ons troi pada akhir November, naik dari 72,80 juta ons troi di bulan sebelumnya,” ulasnya.
ICDX memprediksikan harga emas naik dengan support saat ini beralih ke area US$ 2620 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.674. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.585 - US$ 2.540, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.745.

