Incar Dana Rp 4,59 Triliun, IPO Saham Adaro Andalan bakal Diminati Pemodal
JAKARTA, investortrust.id – Anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), telah menetapkan kisaran harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dalam rentang Rp 4.590- 5.900.
AADI dalam prospectus yang dipublikasikan terungkap bahwa sebanyak 778,69 juta saham rencananya akan dilepas yang mewakili 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan jumlah tersebut, perseroan berpotensi meraup dana hingga Rp 4,59 triliun.
Baca Juga
Adaro Andalan Indonesia (AADI) Siap Melantai di Bursa, Bidik IPO Rp 4,59 Triliun
Analyst Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan menilai bahwa aksi korporasi tersebut akan berdampak pada saham ADRO. Apalagi dalam jangka panjang, ADRO menyatakan komitmen transisi menuju energi terbarukan melalui pengembangan pembangkit Listrik PLTA hingga PLTS.
“Keinginan menjadi perusahaan energi terbarukan mendorong dilakukan spin off atas Adaro Andalan Indonesia. Saya rasa juga investor akan merespons baik saham AADI, bahkan diprediksi permintaan saham AADI akan tinggi," kata Darma saat ditemui di Kawasan Sudirman, Selasa (12/11/2024).
Selain itu, dia mengatakan, IPO saham ini bagian cara Adaro Energy (ADRO) untuk mengantongi dana dari institusi internasional. Terlebih, di tengah tantangan bagi investor asing untuk masuk ke saham batu bara, karena faktor prinsip ESG. "Hal itu lah yang sebenarnya harapan manajemen dari Adaro untuk kemudian menarik minat fund, baik dari domestik maupun asing,” terang Darma.
Baca Juga
Adaro Energy (ADRO) Cetak Laba US$ 1,32 Miliar hingga Kuartal III-2024
Sebagaimana dikutip dari prospektus, Adaro Andalan Indonesia telah memulai penawaran awal (book building) pada periode 12-18 November 2024 dengan harga direntang Rp 4.590 - Rp 5.900. Perseroan akan melepas maksimal 778,69 juta saham, sehingga total dana dana yang diraup maksimal Rp 4,59 triliun.
Kinerja Keuangan AADI
Perseroan menyebutkan bahwa sekitar 40% dana IPO saham akan digunakan untuk keperluan pemberian pinjaman kepada entitas anak, yakni PT Maritim Barito Perkasa (MBP) untuk kegiatan investasi dan kegiatan korporasi lain yang menyokong peningkatan aktivitas operasional MBP.
Baca Juga
Boy Thohir: ‘Spin Off’ Adaro Andalan Indonesia Bagian dari Tranformasi Bisnis Adaro Group
Selain itu, sebanyak 15% dana IPO akan digunakan untuk pembayaran kembali atas sebagian pinjaman, berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 3 Mei dengan Adaro Indonesia (AI). Selain itu, sisa dana IPO akan dipakai untuk pembayaran kembali kepada Adaro Energy (ADRO) atas sebagian pokok atas pinjaman berdasarkan Perjanjian Pinjaman tanggal 24 Juni 2024.
Manajemen menargetkan pernyataan efektif IPO saham Adaro Andalan Indonesia pada 26 November 2024, lalu penawaran umum pada 29 November hingga 3 Desember 2024. Sementara tanggal pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di tanggal 5 Desember 2024.

