Asing Kembali Lepas Saham Bank Papan Atas Ini, Berikut Daftarnya
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo bernilai Rp 1,62 triliun, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/11/2024), sebanyak 140 poin (1,90%) menjadi 7.243,86.
Net sell terbanyak melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 551,04 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 385,35 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 268,48 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 237,27 miliar, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 118,27 miliar.
Baca Juga
IHSG Anjlok, OJK: Tantangan Global Tetap Ada dan Akan Terus Ada
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda saham berikut, yaitu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 93 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 38,58 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 32,03 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 30,92 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 20,89 miliar.
Terkait koreksi indeks hari ini dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 3,47%, sektor teknologi 2,33%, sektor keuangan 0,97%, sektor energi 0,91%, sektor industry 0,94%, sektor consumer non primer 0,80%, dan sektor kesehatan 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer 0,07% dan sektor property 0,33%.
Meski IHSG anjlok parah, dua saham ini masih berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indo Straits Tbk (PTIS) naik 24,79% menjadi Rp 292 dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,57% menjadi Rp 436.
Baca Juga
Lompatan harga juga melanda saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebanyak 23,03% menjadi Rp 2.110, Kenaikan juga meladan saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) sebanyak 13,73% menjadi Rp 232, PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) naik 13,10% menjadi Rp 95, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 12,50% menjadi Rp 432.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham berikut, yaitu PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON), PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU).

