IHSG Anjlok, OJK: Tantangan Global Tetap Ada dan Akan Terus Ada
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melanjutkan pelemahan dengan penurunan 140 poin (1,9%) pada penutupan perdagangan Kamis (7/11/2024).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengingatkan, sentimen global masih menghantui pergerakan saham di pasar modal Indonesia.
“Tantangan global masih tetap ada dan saya rasa juga masih terus akan ada dan hadir. Tentu ini akan menguji resiliensi dan integritas dari pasar modal Indonesia,” ujar Inarno pada Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2024 di Main Hall BEI, Kamis (7/11/2024).
Dia justru menilai, momen tersebut merupakan saat yang tepat untuk memperkuat ketahanan dan inovasi, guna memastikan pasar modal Indonesia tetap adaptif, inklusif, dan siap menghadapi segala perubahan yang ada.
Baca Juga
IHSG Terjerembab 140 Poin, Sedangkan Koreksi 5 Hari Capai 4,36%
“Saya optimistis bahwa dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya para investor yang saat ini telah mencapai 14 juta. Kita dapat menghadapi berbagai tantangan dan tetap tumbuh menjadi lebih baik,” tambah Inarno.
Menurut dia, tema Aku Investor Saham dalam CMSE 2024 sangat relevan karena investor telah menjadi tulang punggung yang penting dalam membangun ketahanan dan keberlanjutan Pasar Modal Indonesia.
Menyinggung potensi ekonomi serta tantangan geopolitik dunia, Indonesia baru saja memasuki masa transisi kepemimpinan nasional dengan dilantiknya Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024. Bila diperhatikan, Inarno mengingatkan bahwa dalam pidato pengangkatannya, Prabowo turut menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi.
“Kami yakin dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk para investor di pasar modal kita yang merupakan tulang punggung ekonomi, dapat memanfaatkan momentum pada hari ini. Untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” sambung Inarno.
Komitmen pemerintah untuk memperkuat hilirisasi dan mendorong investasi strategis, dipercaya memberi peluang besar bagi Pasar Modal Indonesia sebagai sumber pembiayaan, serta investasi menarik untuk pembangunan ekonomi domestik.
Dia mengeklaim, investasi di pasar modal kini menjadi cara yang lebih mudah dan lebih terjangkau untuk berpartisipasi dalam perekonomian Indonesia. Tidak hanya bagi kalangan tertentu tetapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda yang ingin memulai investasi secara dini.
Baca Juga
Tahun ini tren pertumbuhan jumlah investor disebut menunjukkan harapan yang menggembirakan. Hingga 4 November 2024 jumlah pertambahan investor sudah mencapai 2,21 juta sehingga total single investor identification (SID) saat ini telah mencapai lebih dari 14 juta SID.
Dari pertambahan tersebut, 55% di antaranya merupakan investor muda dengan usia di bawah 30 tahun. “Tentunya ini mencerminkan masih tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal kita,” tegas Inarno.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebutkan, rangkaian kegiatan Road to CMSA 2024 turut berimplikasi positif terhadap capaian total jumlah investor pasar modal tahun ini. Hingga akhir Oktober 2024 jumlah SID telah mencapai 14,4 juta, dari sebelumnya 12,2 juta investor di akhir tahun 2023.
“Pertumbuhan sepanjang 2024 kita telah melaporkan target yang ditetapkan bersama. Tentunya capaian bersama ini terselenggara atas sinergi yang sangat baik antara OJK, SRO dan seluruh stakeholder pasar modal,” ucap Iman. (CR-10)
Grafik Pergerakan IHSG:

