Meski Bertumbuh, Target Harga Saham AVIA Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) direvisi turun, meskipun perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024. Meski direvisi turun saham AVIA tetap menarik untuk dijadikan pilihan investasi.
AVIA memiliki keunggulan dibandingkan perusahaan sejenis, seperti perseroan sebagai pemimpin pasar penjualan cat dekoratif dan coating di Indonesia, perseroan merupakan proxi atas pemulihan daya beli masyarakat dan reindustrialisasi, dan perseroan didukung arus kas yang besar dengan imbal hasil dividen tinggi.
Baca Juga
Avia Avian (AVIA) Bagikan Dividen Interim Rp 672 Miliar, Berikut Jadwalnya
“Kami merevisi turun target laba bersih perseroan tahun 2024-2025 masing-masing 3% dan 4% menjadi Rp 1,7 triliun dan Rp 1,8 triliun. Revisi turun menggambarkan kenaikan biaya A&P,” tulis analis analis Sucor Sekuritas Clara Nathania dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Perseroan disebut akan mempertahankan belanja A&P sama seperti kuartal III-2024 untuk memperkuat program marketing di tengah peningkatan kompetisi penjualan produk.
Estimasi Kinerja Keuangan AVIA
Revisi turun target laba bersih tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk memangkas turun target harga saham AVIA dari Rp 860 menjadi Rp 670. Target baru ini merefleksikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 23,1 kali, cost of equity 11,1%, dan terminal growt 5%.
Perseroan sebelumnya mengumumkan pertumbuhan kinerja yang pesat hingga kuartal III-2024, volume penjualan bertumbuh 12,1%, dibanding periode sama tahun lalu (yoy). Sedangkan secara kuartalan, volume penjualan AVIA meningkat 14,7% (qoq) dibandingkan kuartal II-2024.
Baca Juga
Avia Avian (AVIA) Cetak Kenaikan Kinerja Dua Digit di Kuartal III-2024
Pertumbuhan volume tersebut berimbas terhadap kenaikan penjualan konsolidasi sampai sembilan bulan 2024 sebanyak 4,7% menjadi Rp 5,4 triliun. Pencapaian ini diikuti dengan realisasi laba kotor mencapai Rp 2,4 triliun. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik tipis dari Rp 1,14 triliun menjadi Rp 1,16 triliun.
Selain itu, perseroan menetapkan dividen interim tahun buku 2024 berkisar Rp 665,81-672,60 miliar. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 11 per saham. “Telah disetujui dividen senilai Rp 11 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan kapada para pemegang saham pada 21 November 2024,” tulis manajemen AVIA.
Grafik Saham AVIA

