Tower Bersama Infrastruktur (TBIG) Catat Laba Atribusi Rp 1,17 Triliun per Kuartal III-2024
JAKARTA, investortrust.id – Emiten penyewaan menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastruktur, Tbk. (TBIG) merilis laporan keuangan interim untuk sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024, dengan meraih laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,17 triliun.
Perolahan laba atribusi tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 4,38% secara year on year, dari posisi Rp 1,19 triliun per kuartal III-2023. Seiring kenaikan laba bersih, maka laba per saham dasar TBIG tercatat naik menjadi Rp 51,63 per unit dari Rp 49,63 per unit pada kuartal III-2024.
Sementara itu, jumlah laba pendapatan tercatat tumbuh sebesar 3,5% secara yoy per kuartal III-2024 dengan capaian Rp 51,3 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp 4,95 triliun.
Pertumbuhan positif juga terlihat dari laba sebelum pajak penghasilan yang naik menjadi Rp 1,27 triliun, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,25 triliun.
Baca Juga
Semester I, Tower Bersama (TBIG) Kantongi Laba Bersih Rp 730,79 Miliar
Sementara dari sisi aset tercatat sebesar Rp 46,21 triliun per 30 September 2024, turun dibanding posisi 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp 46,97 triliun.
Terdapat penurunan liabilitas menjadi Rp 34 triliun per 30 September 2024 dari Rp 34,60 triliun per 31 Desember 2023. Adapun jumlah ekuitas menurun menjadi Rp 12,21 triliun dari periode 6 bulan sebellumnya yang tercatat Rp 12,36 triliun.
Manajemen TBIG menjelaskan, per 30 September 2024, TBIG memiliki 42.546 tenant dan 23.681 site telekomunikasi. Site telekomunikasi Perseroan terdiri dari 23.565 menara telekomunikasi dan 116 jaringan DAS. Dengan total penyewa menara di lokasi menara berjumlah 42.430, maka rasio penyewaan Perseroan adalah 1,80x.
“Dalam sembilan bulan pertama tahun 2024, kami telah menambahkan 1.801 penyewaan ke portofolio kami yang sudah ada yang terdiri dari 1.281 situs telekomunikasi dan 520 kolokasi,” kata Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG yang dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (1/11/2024).
Terkait utang, Perseroan merincikan bahwa total utang bruto pada tanggal 30 September 2024, dengan menilai pinjaman dalam dolar AS berdasarkan nilai tukar lindung nilai, adalah Rp 28,87 triliun dan utang senior bruto adalah Rp 624 miliar.
Baca Juga
BEI Cabut Suspensi KLIN dan MTSM, Ada yang Melesat 570% dalam 3 Bulan
Saldo kas per 30 September 2024 sebesar Rp 585 miliar sehingga menghasilkan utang bersih sebesar Rp 28,29 triliun dan utang senior bersih sebesar Rp 39 miliar. Dengan menggunakan EBITDA tahunan kuartal ketiga tahun 2024, rasio utang bersih terhadap EBITDA adalah 4,8 kali.
“Kami telah berhasil memperpanjang jatuh tempo Fasilitas Kredit Revolving (RCF) senilai US$ 325 juta hingga Oktober 2029, sehingga memperpanjang tenor rata-rata kewajiban utang kami. Hal ini menunjukkan bahwa pemberi pinjaman kami terus mendukung bisnis kami,” komentar Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG.
Grafik Harga Saham TBIG secara Ytd:

