BEI Bidik Kenaikan Rata-Rata Transaksi Harian Jadi Rp 13,5 Triliun di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peningkatan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) menjadi Rp 13,5 triliun pada 2025. Angka tersebut lebih tinggi dari target tahun 2024 senilai Rp 12,25 triliun.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, target RNTH tahun depan lebih tinggi dari revisi target RNTH 2024 senilai Rp 12,25 triliun. Sedangkan jumlah harus bursa tahun depan mencapai 242 hari.
Baca Juga
70% Pengguna Didominasi Millenial & Gen Z, Reku: Minat Saham AS Tinggi di Kalangan Investor Muda
"Nah, tentu saja target (2025) ini berdasarkan asumsi tren penurunan inflasi dan suku bunga yang global, di mana The Fed telah menurunkan 50 basis poin (bsp) dan diharapkan tahun depan akan turun lagi," kata Iman dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2024 secara hybrid pada Rabu (23/10/2024).
Lebih lanjut, Iman mengatakan, kenaikan target tersebut telah mempertimbangkan kebijakan ekonomi pemerintahan baru Prabowo-Gibran yang menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 8%.
Sebagai informasi, sampai dengan 18 Oktober 2024, BEI telah mencatatkan 36 perusahaan tercatat saham baru. Dari data tersebut, total perusahaan yang tercatat di pasar modal mencapai 938 perusahaan.
Baca Juga
IHSG Sesi I Terkapar Dilanda Profit Taking, Dua Saham Ini Tetap ARA
Sedangkan perdagangan produk obligasi melalui SPPA, rata-rata transaksi hariannya mencapai Rp 993 miliar atau bertumbuh 44,7% dari posisi akhir tahun 2023 dengan rata-rata transaksi harian sebesar Rp 686 miliar.
Sementara aktivitas perdagangan produk non saham (right, warrant, structured warrant, KIK, dan derivatif) per 18 Oktober 2024 tercatat mencapai Rp 3,75 triliun, dibandingkan posisi nilai transaksi pada akhir tahun 2023 sebesar Rp 8,90 triliun. Sedangkan, untuk kelas aset yang baru, yaitu unit karbon, terdapat Rp 6,15 miliar total transaksi.

