Dana Melimpah, MIND ID Siap Tambah Saham di Freeport Jadi 61,2%
JAKARTA, investortrust.id - Holding BUMN Pertambangan, MIND ID, menyatakan kesiapannya untuk menambah porsi saham di PT Freeport Indonesia. Kesiapan tersebut didukung keberhasilan perseroan untuk mencatatkan kinerja positif sejak 2023 hingga sekarang.
Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo menyebutkan, perseroan telah mencetak laba bersih Rp 27 triliun tahun 2023. Sementara Sedangkan laba peridoe Januari hingga Agustus 2024, telah mencapai Rp 27 triliun.
“Ya kan bisa dilihat dari laba MIND ID ditambah kemampuan kita, rasanya kami memiliki kapasitas untuk esksekusi saham tersebut,” kata Dilo saat ditanya soal kesiapan anggaran MIND ID, ditemui di Sarinah, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Baca Juga
Hilirisasi Komoditas Tambang Diperluas, MIND ID Ungkap Nilai Tambah Bisa Naik 60 Kali Lipat
Secara keuangang, dia mengatakan, EBITDA MIND ID hingga Agustus 2024 hampir Rp 39 triliun. Adapun target laba bersih laba bersih tahun 2024 diproyeksikan melesat menjadi Rp 30 triliun, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 27 triliun.
Sebagai informasi, saat ini MIND ID memegang saham mayoritas PTFI dengan porsi 51,2%. Namun, perseroan memiliki rencana untuk kembali menambah 10% saham di perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia tersebut hingga menjadi 61,2%.
Kendati demikian, Dilo menjelaskan bahwa saat ini MIND ID masih menunggu kebijakan dan arahan dari pemerintah baru. Maka dari itu, perseroan bisa mengambil tindakan lebih lanjut mengingat Presiden Terpilih Prabowo Subianto baru akan dilantik pada 20 Oktober 2024 mendatang.
Baca Juga
Tumbuh 22,4%, Laba Bersih MIND ID Tembus Rp 27,5 Triliun di 2023
“Lihat perkembangan, saya kalau disuruh beli menambah, kapasitas MIND ID ada saja, tinggal kita lihat ini kan transisi pemerintahan, kebijakannya seperti apa,” terang Dilo.
Dalam kesempatan tersebut, Dilo juga menyampaikan, izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI saat ini hanya berlaku sampai 2040. Menurutnya, perpanjangan izin hingga 2061 dibutuhkan karena jumlah cadangan tembaga dan emas yang dimiliki PTFI diproyeksikan akan mencukupi hingga 2060-2070.
“Investasinya harus sudah dimulai mungkin dari 10 tahun sebelumnya. Harus ada kepastian kalau saya investasi sekarang ada perpanjangan gak dari 2040?” ujar dia.

