NYDIG Sebut Harga Bitcoin Kembali Menonjol Dibandingkan Aset Kripto Lainnya
JAKARTA, investortrust.id - Menurut survei terbaru dari New York Digital Investment Group (NYDIG), harga Bitcoin (BTC) kembali menonjol karena menjadi aset dengan kinerja terbaik dalam hal pengembalian meski volatilitasnya tinggi.
Menilik data Coinmarketcap, Senin (14/10/2024) pukul 11.15 WIB, harga BTC terpantau tengah berada di US$ 64.185. Menguat 2,34% dalam sehari dan naik 0,93% dalam sepekan. Di mana kapitalisasi pasar koin mata uang kripto terbesar nomor satu ini tercatat sebesar US$ 1,26 triliun.Melansir Cointelegraph, Senin (14/10/2024), Kepala Riset Global di NYDIG Greg Cipolaro mengatakan, Bitcoin menonjol dari yang lain karena imbal hasilnya dan membandingkannya dengan kelas aset lain yang menggunakan rasio Sharpe.
Rasio ini adalah ukuran kinerja investasi yang menilai pengembalian (return) suatu aset relatif terhadap risikonya. Ini digunakan untuk membantu investor memahami seberapa banyak imbal hasil yang diperoleh dari setiap unit risiko yang diambil dalam investasi kripto yang terkenal dengan volatilitasnya yang tinggi.
Intinya, rasio Sharpe membantu investor menilai apakah imbal hasil yang mereka peroleh dari investasi kripto sepadan dengan risiko yang mereka ambil, dan apakah ada pilihan investasi yang lebih baik dengan profil risiko-imbalan yang lebih menguntungkan. Dengan rasio Sharpe yang lebih tinggi menunjukkan kinerja yang disesuaikan dengan risiko yang lebih baik.
Baca Juga
Analis Bernstein Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$ 90.000 Jika Trump Menang Pemilu AS
Greg memberikan rasio Sharpe dari kelas aset lainnya, termasuk ekuitas dan obligasi, selama periode kepemilikan yang berbeda dengan menggunakan total pengembalian bulanan untuk membuat rasio Sharpe bergulir dan menyajikan pembacaan terkini.
“Bitcoin mendapat peringkat yang lebih baik jika dibandingkan dengan hampir setiap kelas aset pada setiap metrik di setiap jangka waktu,” katanya.
Baca Juga
Sejumlah Hal Ini Disebut Jadi Penyebab Harga Bitcoin Sulit Tembus di US$ 66.000
Ia menantang catatan dari Goldman Sachs pada 7 Oktober lalu yang mengklaim meskipun naik 40% di tahun ini, kinerja Bitcoin tidak cukup untuk mengimbangi volatilitasnya.
“Analisis ini menunjukkan hal sebaliknya, yaitu risiko (volatilitas harga) yang dialami investor Bitcoin lebih besar dari cukup untuk menutupi keuntungan yang didapat,” ujar Greg.

