Indosat (ISAT) Putuskan Stop Penerbitkan Surat Utang PUB IV Rp 12,5 Triliun, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) memutuskan untuk tidak melanjutkan Penawaran Umum Berkelanjutan IV (PUB IV) dengan sisa target dana terhimpun Rp 12,5 triliun.
Sekretaris Perusahaan PT Indosat Reski Damayanti menyampaikan, dalam rencana PUB IV, Perseroan membidik target penerbitkan surat utang sebesar Rp 15 triliun.
Target tersebut terdiri dari program PUB melalui Obligasi Berkelanjutan IV dengan target dana dihimpun sebesar Rp 10,5 triliun, serta Sukuk Ijarah IV Indosat dengan target dana Rp 4,5 triliun.
Perseroan telah menerbitkan PUB IV sebesar Rp 2,5 triliun, terdiri dari Rp 1,75 triliun dalam bentuk obligasi da Rp 750 miliar pada tahun 2022.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Berada di Zona Kenaikan ARPU, Sahamnya bisa ke Level Ini
Dengan begitu masih ada sisa target dana PUB IV yang belum diterbitkan Indosat pada tahun 2022, masing-masing Rp 8,75 triliun dalam bentuk obligasi dan Rp 3,75 triliun berbentuk sukuk. Dengan total keseluruhan Rp 12,5 triliun.
‘’Dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas Perseroan, Perseroan berencana untuk tidak menerbitkan kembali sisa dana PUB IV sebesar Rp 12,5 triliun tersebut,’’ ulas Reski dikutip dalam laporan keterbukaan informasi yang dilansir, Minggu (13/10/2024).
Belum lama ini, ISAT berhasil mendapat persetujuan pemegang saham untuk menggelar pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:4 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Stock split dilakukan pada seluruh saham Seri B, yang akan mengubah nilai nominal dari Rp 100 per saham menjadi Rp 25 sementara nilai nominal saham Seri A tetap sama.
Dengan demikian, jumlah saham Seri B yang tercatat akan meningkat secara signifikan dari 8.062.702.740 saham menjadi 32.250.810.957 saham.
Presiden Direktur and CEO ISAT, Vikram Sinha mengatakan keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan volume transaksi dan likuiditas, serta memperluas akses terhadap saham Perseroan bagi investor ritel dari berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Baca Juga
Terkait kinerja, ISAT mencatat pertumbuhan laba periode berjalan yang dapat ditaribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 43,3% dari Rp 1,90 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 2,73 triliun pada semester I-2024.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebanyak 13,4% menjadi Rp 27,97 triliun dan EBITDA bertumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan sebanyak 17,8% menjadi Rp 13,41 triliun.
Grafik Harga Saham ISAT secara Ytd:

