Lonjakan Segmen Telekomunikasi Berpotensi Dorong Saham Surge (WIFI) ke Level Berikut
JAKARTA, investortrust.id - PT RHB Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyatakan bahwa nilai wajar dari saham emiten penyedia infrastruktur teknologi dan jaringan internet PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge ada di level Rp 400 per lembar.
Riset RHB Sekuritas menjabarkan berbagai catatan penting dari background riset tersebut di diantaranya, Solusi Sinergi Digital baru saja menandatangani MoU dengan Hashim Djojohadikusumo, adik dari presiden terpilih Prabowo Subianto. MoU itu untuk mempercepat pengembangan internet broadband bagi 25 juta rumah tangga di Pulau Jawa. Hal ini diharapkan akan mendongkrak segmen telekomunikasi ke depannya.
Riset broker ber kode DR itu juga mencantumkan katalis keuangan di mana WIFI pada semester I 2024, segmen ini menyumbang 41% total EBIT. WIFI menargetkan pendapatan tahun 2024 sebesar Rp 600-650 miliar, naik 37-48% year on year (YoY), dengan marjin bersih sebesar 29% pada semester I 2024 dan target EPS di Rp 73,70 atau naik 197% YoY.
“Kami menggunakan P/E 2024F sebesar 5,5x selama 2 tahun untuk mendapatkan nilai wajar kami,” tulis Analis RHB Sekuritas Arandi Pradana dan Muhammad Wafi dikutip Kamis (10/10/2024).
Alasan RHB menaikkan target harga saham WIFI juga karena adanya katalis kemitraan strategis dengan Arsari Group dan Nokia untuk mencapai target 25 juta. Pada 24 Agustus, Hashim Djojohadikusumo, Ketua Arsari Sentra Data, menandatangani MoU untuk berinvestasi di Jaringan Infra Andalan, anak perusahaan WIFI. Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan infrastruktur, memperkuat konektivitas di Pulau Jawa, dan menghubungkan 25 juta rumah tangga ke internet. Untuk mendukung target 25 juta, WIFI bekerja sama dengan Nokia Indonesia sebagai mitra strategis untuk memperluas layanan internet rumah yang terjangkau di Indonesia.
“Saat ini, penetrasi internet fixed broadband di Indonesia hanya 15%, jauh lebih rendah dibandingkan beberapa negara Asia Tenggara lainnya,” tulis Riset RHB Sekuritas.
Baca Juga
Perluas Jangkauan Infrastruktur Akses Internet, Weave Anak Usaha Surge (WIFI) Gandeng 50 ISP Lokal
RHB Sekuritas menilai pertumbuhan laba tinggi di 1H24 WIFI dari kenaikan margin di segmen telekomunikasi dapat terus berlanjut, dengan target pertumbuhan pendapatan 37–48% YoY di 2024. Pertumbuhan signifikan ini disebabkan oleh ekspansi di segmen telekomunikasi yang memiliki margin tinggi, setelah kolaborasi dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) untuk membangun jaringan ICT bersamaan dengan jaringan gas rumah tangga bagi 2,5 juta rumah tangga.
Segmen telekomunikasi mencapai marjin kotor 65% di semester I 2024. Pendapatan segmen ini melonjak 171% YoY ke Rp 116,1 miliar. Segmen periklanan juga tumbuh dengan pendapatan yang naik 41% YoY ke Rp 184 miliar, dengan marjin kotor sebesar 59%. Untuk 2024, WIFI menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 37–48% atau mencapai Rp 600–650 miliar.
Baca Juga
Surge (WIFI) Ungkap Dua Segmen Bisnis Penopang Kinerja Semester I-2024
Dari sisi aksi korporasi, RHB Sekuritas juga mencantumkan persetujuan penerbitan 4,7 miliar saham baru untuk refinancing oleh WIFI sebagai katalis positif. Pada RUPSLB yang diadakan pada 4 Sep 2024, WIFI memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan 4,7 miliar saham baru – sekitar 66,7% dari total modal saham. Dana tersebut akan dialokasikan untuk membayar kembali pinjaman pihak ketiga sebesar Rp 314,4 miliar.
“Dengan menggunakan target pendapatan 2024 dari WIFI dan margin bersih semester I 2024, EPS 2024F melonjak 3x YoY. Saat ini, WIFI memiliki valuasi yang rendah dengan rasio P/E 2024F di 3,7x, 68% di bawah rata-rata industrinya sebesar 11,6x dan 33% di bawah rata-rata 2 tahun sebesar 5,5x. Untuk mendapatkan nilai wajar Rp 400, kami menggunakan rasio P/E 2024F sebesar 5,5x dan mengalikan dengan potensi EPS sebesar Rp 73,70 per saham,” tulis riset RHB Sekuritas.

