ETF Bitcoin Catat Arus Keluar Rp 3,7 Triliun Imbas Serangan Rudal Iran ke Israel
JAKARTA, investortrust.id - Pada tanggal 2 Oktober 2024, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin mengalami arus keluar bersih pertama dalam dua minggu, yakni mencapai US$ 243 juta atau setara Rp 3,7 triliun keluar dari pasar.
Penurunan ini bertepatan dengan penurunan harga Bitcoin yang signifikan, yaitu turun lebih dari 4% di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya setelah serangan Iran terhadap Israel. Arus keluar tersebut menandai berakhirnya arus masuk bersih selama delapan hari berturut-turut untuk ETF Bitcoin spot AS, dengan arus keluar terbesar sejak awal September.
Sementara IBIT ETF BlackRock melihat arus masuk lebih dari US$ 40,8 juta, pemain besar lainnya seperti FBTC dari Fidelity dan ARKB Ark 21Shares menghadapi kerugian besar, dengan arus negatif masing-masing sebesar US$ 144,7 juta dan US$ 84,3 juta.
Baca Juga
Pasar Kripto Tiarap, Ketegangan Geopolitik Picu Volatilitas Harga
Dikutip dari Optimisus, Rabu (2/10/2024) ketika harga Bitcoin anjlok menjadi sekitar US$ 60.300 dari harga tertinggi sebelumnya di atas US$ 64.000, terjadi lonjakan signifikan dalam bentuk BTC di Binance senilai lebih dari US$ 46 juta, meskipun masih menyimpan sejumlah besar 9.736 Bitcoin senilai lebih dari US$ 601 juta.
Hal ini menandai penurunan harga Bitcoin paling tajam sejak awal September, yang mencerminkan sensitivitas pasar terhadap tekanan eksternal dan sentimen investor.
Baca Juga
Harga Bitcoin Jatuh Imbas Serangan Rudal Iran ke Israel, Berikut Analisanya Secara Teknikal

