Katalis Penurunan Suku Bunga, Mansek Ramal IHSG Sentuh Level 8.000 di Akhir Tahun
JAKARTA, investortrust.id – Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas (Mansek), Adrian Joezer, mengatakan, pemangkasan suku bunga dapat mendorong sentimen positif di pasar saham. Untuk itu dia memprakirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dapat menyentuh skenario bull-case dari Mandiri Sekuritas di level 8.000 akhir tahun ini.
"Penurunan suku bunga sebesar 50 bps oleh The Fed membuka ruang untuk pemangkasan suku bunga acuan BI lebih lanjut. Melihat pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal, penguatan nilai tukar Rupiah, disertai dengan mash menariknya valuasi pasar saham, kami melihat peluang yang lebih tinggi bagi IHSG untuk mencapai skenario bull-case kami di 8.000 pada akhir tahun ini," ujar Andrian dalam keterangan resmi yang diterima Rabu, (25/9/2024).
Baca Juga
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah sektor yang menjadi pilihan Mandiri Sekuritas adalah sektor yang cukup sensitif terhadap penurunan suku bunga seperti keuangan, consumer staples, dan properti, serta saham-saham small-mid caps.
Asal tahu, The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75-5,0%. Pemangkasan ini lebih besar dari ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan penurunan 25 bps.
Sejalan dengan kebijakan The Fed, Bank Indonesia (BI) juga mengambil keputusan serupa dengan menurunkan suku bunga acuan BI Rate dari 6,25% menjadi 6%. Selain itu, suku bunga Deposit Facility dipangkas menjadi 5,25%, dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,75%.
Sementara itu, Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menjelaskan bahwa penurunan suku bunga juga akan berdampak positif terhadap pasar obligasi.
Baca Juga
Tiket Pre-Sale Konser Maroon 5 Tersedia Eksklusif di Livin’ Sukha 26 September 2024
“Ketika suku bunga mengalami penurunan, instrumen obligasi akan semakin diminati karena investor dapat memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga. Tingkat imbal hasil obligasi yang cukup tinggi di Indonesia diminati bukan hanya oleh investor lokal, tapi juga asing. Hal ini juga didukung oleh potensi pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi yang cukup rendah, tingkat utang yang terjaga, dan kondisi politik yang relatif stabil," terangnya.
Mandiri Sekuritas juga memproyeksikan pemotongan suku bunga Bl masih akan terus berlangsung. Diperkirakan total 150 basis poin pemotongan suku bunga BI dalam siklus pelonggaran kali ini, yang akan membawa terminal suku bunga menjadi 4,75%, dengan total 75 basis poin kemungkinan akan dilakukan tahun 2024.
“Hal ini akan mendekatkan suku bunga riil BI ke rata-rata jangka panjang sekitar 1,7%, turun dari 3,4% saat ini,” pungkasnya.

