Trend Akuisisi Emiten di BEI Bertaburan Terbaru KMDS, Berikut Daftar dan Lompatan Harga Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – Aksi perubahan pengendali setelah akuisisi saham tengah ramai melanda emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Aksi tersebut selalu membawa dampak positif terhadap lompatan harga saham emiten yang diakuisisi tersebut.
Kabar terbaru datang dari PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) setelah Dima Group melalui PT Dima Investindo menandatangani perjanjian pengikatan pembelian sebanyak 55% saham KMDS dari PT Miki Ojisan Indomitra (MOI). Aksi tersebut akan berdampak terhadap perubahan pengendali saham emiten tersebut.
Baca Juga
Saham Kurniamitra (KMDS) Mendadak ARA, Ternyata Terdorong Pengumuman Ini
“Dima Investindo dan MOI telah meneken perjanjian akuisisi 440 juta atau setara 55% saham KMDS pada 11 September 2024. Aksi ini akan mengakibatkan perubahan pengendali,” tulis Dirut KMDS Hengky Wijaya dalam keterangan resminya di BEI, Kamis (12/9/2024).
Dia melanjutkan bahwa rencana akuisisi 55% saham tersebut tidak akan berpengaruh material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha KMDS. Aksi tersebut terbukti berhasil mengerek harga saham KMDS hingga auto reject atas (ARA) kemarin ke level tertingginya lebih dari satu tahun terakhir Rp 565.
Baca Juga
Dima Group adalah perusahaan yang fokus mendistribusikan merek premium, seperti minuman beralkohol dan anggur di antaranya produk Dageo, Pokka Sapporo, Societe Jacwues Bollinger, dan banyak lainnya. Perseroan juga mendistribusikan minuman non alkohol, seperti Pokka. Perseroan juga memasarkan makanan ringan dan biskuit berbagai varian. Dima juga tercatat sebagai pemilik merek Pezzo Pizza.
Sebelum akuisisi saham KMDS, BEI mencatatkan sebanyak empat perusahaan telah terlebih dahulu mengalami perubahan pengendali melalui akuisisi saham. Terbukti harga saham empat perusahaan tersebut melesat, bahkan satu saham melesat lebih dari 15.600% year to date (ytd).
PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW)
Emiten yang awalnya bernama PT ICTSI Jasa Prima Tbk ini diakuisisi grup Meratus melalui PT Saranakelola Investa. Perusahaan tersebut mengakuisisi sebanyak 80,28% saham KARW dengan harga Rp 66 per saham pada 1 Februari. Usai akuisisi tersebut saham KARW melesat dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 50 hingga mencapai level tertinggi Rp 7.850 pada 4 September. Sedangkan kemarin, saham ini ditutup level Rp 3.460.
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU)
Saham emiten yang dulu dikendalikan grup Rajawali, perusahaan yang dikendalikan Peter Sondakh ini, juga diakuisisi perusahaan asal Singapura, IMR Asia Holding Pte Ltd. Sebanyak 77,7% saham FORU diakuisisi pengendali baru pada 7 Maret 2024. Aksi tersebut menjadikan harga saham FORU melesat dari level penutupan akhir 2023 Rp 135 ke level tertinggi Rp 4.080 pada 11 September 2024 atau melesat 2.922% ytd.
PT Green Power Group Tbk (LABA)
Begitu juga dengan emiten yang dulunya bernama PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) ini juga mengalami perubahan pengendali setelah PT Nev Stored Energy menuntaskan akuisisi sebanyak 50,75% saham LABA pada 28 Juni 2024. Perubahan pengendali juga berimbas terhadap perubahan nama perusahaan dan memperluas sektor bisnis. Berkait aksi ini, saham LABA melambung dari level penutupan akhir 2023 Rp 50 per saham menjadi Rp 735 pada penutupan kemarin atau melesat 1.370%.
PT Perma Plasindo Tbk (BINO)
Penguatan tak kalah pesat juga dicatatkan saham Perma Plasindo (BINO) setelah Ruhong Holding Pte Ltd mengumumkan menuntaskan akuisisi sebanyak 72% saham BINO dari sejumlah pemegang saham lama. Saat ini Ruhong tengah melanjukan penawaran wajib tender saham publik. Aksi tersebut memicu lompatan harga saham BINO dari level akhir 2023 Rp 130 menjadi Rp 266 pada 5 September 2024 atau menguat 104,61% ytd.
PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT)
China Merchants Port Holdings Company Ltd mengumumkan telah menuntaskan akuisisi 51% sahamPORT. Saham PORT diakuisisi dengan harga Rp 660 per saham. China Merchants juga tengah menggelar penawaran tender wajib hingga 2 Oktober 2024 dengan harga Rp 818 per saham. Aksi ini telah berhasil mengerek harga saham PORT dari level akhir tahun 2023 Rp 710 ke level tertinggi Rp 1.080 pada 6 September atau menguat 52,11%.

