96% NFT Sudah Mati, Pertanda Kiamat?
JAKARTA, investortrust.id - Menurut laporan penelitian NFT Evening, pasar non fungible token (NFT) mengalami penurunan yang mengkhawatirkan yaitu 96% NFT dianggap mati karena memiliki sedikit atau bahkan tanpa volume perdagangan, penjualan, atau keterlibatan di media sosial.
Melansir Crypto News Flash, Kamis (5/9/2024), temuan ini berdasarkan hasil analisis terhadap lebih dari 5.000 koleksi dan lima juta transaksi, menunjukkan bahwa pasar tengah berjuang untuk mempertahankan nilai.
Penurunan tajam di pasar NFT mencapai puncaknya di tahun lalu, dengan 30% NFT menjadi tidak aktif. Meski menjadi bagian dari tren yang lebih besar, penurunan ini mencerminkan kerapuhan seputar aset digital.
Baca Juga
Majalah Bisnis Amerika 'Forbes' Gandeng OKX Wallet Rilis Keanggotaan NFT Eksklusif
Setelah digadang-gadang sebagai masa depan kepemilikan digital, NFT sekarang mengalami penurunan minat dan investasi yang signifikan.
Menurut penelitian, umur rata-rata NFT hanya berkisar 1,14 tahun, membuatnya 2,5 kali lebih pendek dari usaha kripto standar. Siklus hidup yang singkat ini mencerminkan volatilitas tinggi dan karakter spekulatif di ruang NFT.
Baca Juga
Selain itu, 43% investor NFT saat ini mengalami kerugian dengan rata-rata penurunan 44,5% dalam investasi mereka. Beberapa koleksi seperti Azuki, telah berkembang pesat berkat keterlibatan komunitas yang kuat dan pemasaran yang cerdas, sementar yang lain mengalami penurunan nilai.
Pudgy Penguins misalnya, telah mengalami kerugian signifikan dengan beberapa individu kehilangan hingga 97% dari investasinya.
Meski begitu, pasar NFT tetap masih memiliki pengikutnya. Terobosan baru terus dilakukan, termasuk penggabungan NFT ke dalam industri seperti fashion. Contohnya, koleksi yang didukung VeChain telah mulai merubah industri garmen mewah.

