Meski IHSG Turun, Asing Pertahankan Net Buy Jumbo Rp 1,40 Triliun, Saham Bank Tetap Pilihan
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,40 triliun, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/8/2024), ditutup berbalik turun 31,28 poin (0,41%) menjadi 7.627.
Net buy terbanyak melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 256,98 miliar, PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) Rp 195,68 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 176,58 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 160,23 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 143,63 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) Rp 11,67 miliar, PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL) Rp 11,97 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 12,10 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 13,02 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 19,29 miliar.
Terkait pergerakan indeks sepanjang hari ini sempat ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak 45,72 poin (0,60%) menjadi 7.704 pada sesi I, bahkan sempat menyentuh 7.715. Namun memasuki sesi II berbalik melemah dilanda aksi ambil untung sejumlah saham.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 1,38%, sektor kesehatan 0,77%, sektor konsumer non primer 0,50%, sektor transportasi 1,21%, dan sektor keuangan 0,19%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor konsumer.
Baca Juga
Kadin Optimistis Transisi Pemerintahan Bakal Berjalan Mulus, Ini Alasannya
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham masih berhasil pertahankan lompatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Trimitra Goldland Tbk (ATAP) melesat 34% menjadi Rp 67, PT Inter Delta Tbk (INTD) sebanyak 35% menjadi Rp 162, dan PT Pakuan Tbk (UANG) melesat 24,79% menjadi Rp 755.
Sebaliknya penurunan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA), PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM), PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), dan PT Satu Visi Putra Tbk (VISI).
Grafik IHSG

