Secara Teknikal, Begini Target Harga Saham BUMI
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih tren bullish setelah melesat pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Tren bullish saham ini juga didukung keberhasilan torehkan kenaikan laba bersih pada semester I-2024 sebanyak 3,8% (yoy) menjadi US$ 84,9 juta.
“Pada daily chart, pergerakan harga saham BUMI mulai overbought karena RSI (relative strength index.red) berada pada level 74. Untuk sementara ini, fase bullish BUMI relatif terbatas,” jelas Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta kepada Investortrust.id, Senin (19/8/2024).
Baca Juga
Bumi Resouces (BUMI) Cetak Kenaikan Laba Semester I dan Ungkap Target Akhir 2024
Sebagai informasi, emiten batu bara milik Grup Bakrie tersebut mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 32,8% menjadi US$ 595,8 juta pada paruh pertama tahun ini. Pemicu utama kenaikan laba atribusi datang dari penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali dari US$ 68,24 juta menjadi US$ 50,02 juta.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengatakan, penurunan pendapatan perseroan dipicu atas penurunan rata-rata harga jual batu bara BUMI sebanyak 19% sepanjang Januari-Juni 2024. Penurunan tersebut berimbas terhadap pelemahan pendapatan sebanyak 12,6%.
Sedangkan dari sisi produksi, perseroan berhasil menaikkan volume produksi batu bara sebanyak 7% dari 35,4 juta ton menjadi 37,7 juta ton hingga semester pertengahan tahun ini. Begitu juga dengan penjualan naik dengan persentase serupa menjadi 37 juta ton.
Sedangkan jumlah overburden removal turun dari 355,1 juta bank cubic meter (bcm) menjadi 337,6 juta bcm. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan strip ratio dari 10 kali menjadi hanya 8,9 kali dalam enam bulan pertama tahun ini.
Terkait target operasional 2024, Dileep menyebutkan, Bumi Resources membidik kenaikan produksi menjadi sekitar 78-82 juta ton batu bara. Sedangkan rata-rata harga jual diharapkan berkisar antara US$ 71-81 per ton.
Baca Juga
Di sisi lain, biaya produksi atau cash cost ditargetkan berada pada kisaran US$ 50-51 per ton. Dengan perbaikan kinerja keuangan Bumi Resources, Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor untuk mempertahankan (hols) kepemilikan saham BUMI.“Hold BUMI dengan target harga Rp 97,” imbuh Nafan.
Dalam satu bulan terakhir, pelaku pasar terlihat mengapresiasi kenaikan kinerja Bumi Resources, dengan harga saham yang terhitung naik 11,39%. Sedangkan pada perdagangan saham sesi I Senin ini, harga BUMI telah naik 1,14% menjadi Rp 89.
Grafik Saham BUMI

