Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Cetak Kenaikan Laba 4 Kali Lipat
JAKARTA, investortrust.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencetak kenaikan laba bersih empat kali lipat pada semester I-2024. Laba bersih sebesar Rp 27,2 miliar ini, naik 311% year on year (yoy), dibandingkan Rp 6,6 miliar pada periode sama tahun lalu.
Kenaikan laba bersih yang signifikan tersebut didukung oleh perolehan pendapatan yang mencapai Rp 381,8 miliar atau meningkat 32% (yoy).
“Didukung oleh volume sales yang lebih tinggi di lelang dan penjualan mobil bekas, sekaligus efisiensi operasional bisnis melalui berbagai strategi yang telah diterapkan sejak IPO,” terang Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari Jany Candra secara tertulis, Sabtu (27/7/2024).
Menurut dia, perolehan paruh pertama tahun ini menandakan, strategi dan langkah bisnis perseroan telah berada di jalur yang benar. Angka-angka kinerja keuangan tersebut merupakan buah dari ekspansi bisnis yang telah dilaksanakan selama ini.
Baca Juga
Penjualan Otomotif Direvisi Turun, Bagaimana dengan Prospek Keuangan dan Saham Astra (ASII)?
Pertumbuhan pendapatan ASLC juga disebut seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk membeli mobil bekas. Naiknya harga mobil baru, telah membuat sebagian konsumen cenderung memilih membeli mobil bekas yang harganya lebih terjangkau sehingga membawa keuntungan bagi ASLC.
Autopedia Sukses Lestari merupakan emiten perdagangan otomotif omnichannel bidang penjualan retail mobil bekas melalui Caroline.id dan bisnis lelang bernama JBA.
Dari semua unit bisnis yang dimiliki, bisnis retail mobil bekas melalui Caroline.id memberi kontribusi paling besar terhadap pendapatan ASLC pada semester pertama. Hal tersebut beriringan dengan meningkatnya volume penjualan mobil bekas yang didukung ekspansi jumlah gerai (showroom).
Untuk mendorong pertumbuhan, Caroline.id berencana menambah beberapa showroom di semester kedua tahun ini.
Caroline.id mencatatkan pendapatan sebesar Rp 253,5 miliar, meningkat 26% dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 200,9 miliar. Bisnis retail mobil bekas ini, berkontribusi sebesar 66,4% terhadap total pendapatan ASLC.
Baca Juga
Penjualan Mobil RI Turun, Menperin Minta Hal Ini ke Produsen Otomotif
Sementara itu, kegiatan unit lelang JBA yang meraih pendapatan sebesar Rp 126,5 miliar, berkontribusi sebesar 33,1% terhadap total pendapatan perseroan. Jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 88 miliar, unit bisnis lelang ASLC tersebut tumbuh 43,7% sepanjang Januari-Juni 2024.
“Raihan itu didorong oleh peningkatan volume kendaraan bekas, baik 2W (kendaraan roda dua) maupun 4W (roda empat), yang berhasil dilelang oleh JBA,” tulis manajemen ASLC.
Tidak ketinggalan, unit usaha baru ASLC yaitu MotoGadai yang didirikan pada Juni 2023 juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan perseroan, yaitu sebesar Rp 1,7 miliar.
“Kami bertekad akan terus mengembangkan dan menjaga stabilitas kegiatan usaha baru di bidang pegadaian ini agar terus bertumbuh,” imbuh Jany.
Dengan memperhatikan situasi bisnis yang semakin kondusif, ASLC menargetkan penjualan JBA maupun Caroline.id dapat tumbuh dua digit tahun ini. Kinerja positif yang didapat sampai akhir semester I-2024, dianggap menguatkan optimisme bahwa perseroan mampu memperoleh pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit hingga akhir 2024. (CR-10)

