Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, PGAS, GJTL, ASSA, ACES, dan ASLC
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah, dengan diperkirakan bergerak di range 7.165-7.255 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Perusahaan Gas Negara (PGAS), Gajah Tunggal (GJTL), Adi Sarana Armada (ASSA), Aspirasi Hidup Indonesia (ACES), dan Autopedia Sukses Lestari (ASLC).
“IHSG bergerak sejalan dengan pelemahan bursa Asia, kemarin, ditutup melemah 0,75% ke level 7.224. Selain dari faktor sentimen global, pelemahan IHSG terjadi seiring sikap wait and see pelaku pasar terhadap hasil RDG BI pada 16-17 Juli 2024, yang tecermin juga dari rendahnya nilai transaksi harian yang hanya Rp 7,82 triliun (rata-rata Rp 10 triliun/hari),” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Rabu (17/7/2024).
| Rekomendasi saham pada perdagangan hari ini, 17 Juli 2024, dan indeks harga saham sejumlah bursa utama dunia kemarin waktu setempat. Sumber: InvestasiKu. | Ester |
Baca Juga
Harga Emas Antam Makin Melambung, Naik Rp 17.000 per Gram Rabu Pagi
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini mengungkapkan, investor asing mencatatkan aksi net sell di pasar reguler sebesar Rp 562 miliar.
Lima saham yang paling banyak dibeli yaitu BBRI, ASII, BBCA, BREN, dan BBNI.
Secara sektoral, sektor yang menjadi pemberat laju IHSG yaitu konsumen primer, infrastruktur, dan keuangan. Pelemahan masing-masing 0,78%, 0,74%, dan 0,61%.
Baca Juga
Namun, sektor teknologi menguat 1,15%. Penguatan ini terdampak dari sentimen positif penguatan saham-saham teknologi Amerika Serikat.
Sentimen Global
Cheril menjelaskan, pelaku pasar juga mencermati perkembangan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok yang di bawah ekspektasi. Investor juga mencermati pidato Ketua The Fed Jerome Powell.
"Pada pertemuan 'Economic Club' di Washington, Ketua The Fed Jerome Powell mengapresiasi kondisi inflasi saat ini yang semakin mendukung optimisme terhadap perekonomian. Selain itu, ia juga melihat kebijakan yang estriktif saat ini tidak berlebihan dalam menekan inflasi," ujarnya.
Meski demikian, Powell menolak memberikan arahan spesifik mengenai kapan dimulainya pemangkasan suku bunga The Fed di tahun ini. Bursa saham AS pun kemarin waktu setempatmerespons positif komentar Powell dan spekulasi kemenangan calon presiden AS Donald Trump yang meningkat pasca-insiden penembakan.
Di sisi lain, bursa Eropa justru terkoreksi seiring spekulasi kemenangan Trump. Hal ini menimbulkan kekhawatiran aturan perang dagang yang lebih ketat dari sebelumnya dan kebijakan anti imigrasi.
Di Asia, Biro Statistik Nasional melamporkan PDB Tiongkok periode kuartal II-2024 secara mengejutkan hanya tumbuh 4,7% year on year, lebih rendah dari kuartal sebelumnya dan estimasi pasar. Pasalnya, penjualan ritel yang merupakan parameter utama PDB hanya tumbuh 2% di bulan Juni, turun signifikan dari Mei di 3,7%. Selain itu investasi bidang infrastruktur dan manufaktur serta properti di Negeri Tirai Bambu itu masih belum menunjukan peningkatan hingga akhir Juni.
"Hari ini pelaku pasar akan menanti rilis data penjualan ritel AS dan kelanjutan musim rilis kinerja emiten keuangan serta teknologi AS di pekan ini," imbuhnya.
(Disclaimer on)

