Tangani Divestasi 35% Saham JTT, BNI Sekuritas Prediksi sebagai M&A Terbesar Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT BNI Sekuritas telah ditunjuk menjadi panasihat transaksi (transaction advisor) divestasi sekitar 35% saham PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) kepada PT Metro Pacific Tollways Indonesia Services (MPTIS) dan Warrington Investment Pte. Ltd (WIPL). Nilai divestasi ini diperkirakan yang terbesar tahun ini.
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan Karyawan Jalin Margasehatera (KKJM) telah menandatangani penjualan 35% saham JTT kepada PT Margautama Nusantara (MUN), MPTIS, dan WIPL pada 28 Juni 2024. “Transaksi ini diproyeksikan sebagai merger dan akuisisi (M&A) terbesar sepanjang tahun 2024 di Indonesia,” tulis penjelasan resminya.
Baca Juga
Teken Divestasi 35% JTT, Bagaimana Dampaknya ke Saham Jasa Marga (JSMR)?
Usai transaksi tersebut, JSMR akan tetap sebagai pengendali dengan kepemilikan 65% saham JTT dan pengelolaan jalan tol Trans Jawa. JTT yang saat ini mengoperasikan 676 KM jalan tol Trans Jawa, mewakili 57% dari total panjang 1.184 KM dan akan terus memainkan peran penting dalam grup JSMR.
Plt. Direktur Utama BNI Sekuritas Vera Ongyono mengatakan, kepercayaan yang diberikan oleh JSMR kepada BNI Sekuritas mencerminkan komitmen BNI Sekuritas dalam memberikan layanan komprehensif, dan juga nilai tambah kepada klien untuk mencapai tujuan finansialnya.
Baca Juga
Perusahaan Affiliasi Grup Salim Teken Akuisisi 35% Saham Ruas JTT dari Jasa Marga (JSMR)
"Setelah melewati proses yang teliti dan melalui upaya yang intensif, transaksi yang direncanakan selesai pada 2024 ini mencerminkan dedikasi dan strategi berkelanjutan Investment Banking BNI Sekuritas dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis setiap klien. BNI Sekuritas yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat yang signifikan bagi seluruh pihak, serta dapat memperkuat posisi JSMR di pasar,” ujar Vera dalam keterangan resmi yang diterima Senin (15/7/2024).

