Menjadi Mahkota Grup Tanoko, Bagaimana Prospek Saham AVIA?
JAKARTA, investortrust.id – PT Avia Avian Tbk (AVIA) menyimpan potensi pertumbuhan pesat ke depan didukung posisinya sebagai produsen cat dekorasi dan coating terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 20%. Produk perseroan merupakan proxi terhadap pemulihan tingkat konsumsi masyarakat.
“Posisi AVIA sebagai produsen cat dengan pangsa pasar terbesar di segmennya mempermudah untuk menangkap pertumbuhan pasar ke depan mengikuti pertumbuhan ekonomi,” tulis analis Sucor Sekuritas Clara Nathania dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Peluang pertumbuhan penjualan perseroan juga didukung peningkatan pendapatan per kapita penduduk Indonesia, peningkatan urbaninsasi, kenaikan daya beli konsumen, dan perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap permintaan cat. Hal ini diharapkan membuar rata-rata pertumbuhan penjualan perseroan mencapai 6,3% per tahun untuk decade berikutnya.
Sejumlah faktor tersebut diharapkan mendongkrak volume penjualan cat AVIA menjadi 302 ribu ton pada 2035. Volume tersebut menibgkat sekitar 84,3% dari realisasi tahun 2023 dengan total 164 ribu ton.
Estimasi Kinerja Keuangan AVIA
Sumber: Sucor Sekuritas
Selain potensi pasar, Clara mengatakan, Avia merupakan perusahaan inti yang dimiliki grup Tanoko. Hal ini didukung kapitalisasi pasar terbesar mencapai Rp 34,1 triliun dan tren kinerja keuangan kuat mencapai Rp 1,6 triliun tahun 2023 dengan dividen senilai Rp 1,4 triliun. “Didukung posisi Avia sangat besar bagi grup Tanoko, pemegang saham ini diprediksi akan berupaya menciptakan pertumbuhan berkelanjutnya perusahaan tersebut,” terangnya.
Baca Juga
Lanjutkan Pertumbuhan, Avia (AVIA) Raup Laba Rp 446,23 Miliar
Upaya pemegang saham pengendali untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan terlihat dari sejumlah strategi yang tengah dilakukan untuk memperkuat efisiensi operasional, perluasan pasar, dan beruapaya menjadikan perusahaan bisa bersaing di industry cat nasional.
Terkait potensi pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih, Clara mengatakan, diproyeksikan mencapai 8% periode 2023-2028. Peningkatan sejalan dengan pulihnya daya beli masyarakat dan biaya bahan baku kembali normal. Faktor ini diharapkan berimbas positif terhadap penjualan perseroan ke depan.
“Kami memperkirakan pertumbuhan laba bersih AVIA secara konservatif mencapai 5,2% menjadi Rp 1,7 triliun tahun 2024 dan kembali meningkat menjadi 7,8% pada 2025,” terangnya.
Baca Juga
Tok! Avian (AVIA) Tetapkan Dividen Rp 1,36 Triliun, Nilainya Segini
Terkait pergerakan saham AVIA, Clara mengatakan, saham produsen cat terbesar di Indonesia ini berpotensi masuk dalam indeks MSCI Small Cap Index dalam rebalancing pada November 2024. Peluang masukknya saham ini bisa dilihat dari penilaian tehradap saham ULTJ, GGRM, TOWR, MIKA, dan SMGR yang telah lebih dulu masuk.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AVIA dengan target harga Rp 860. Target tersebut mempertimbangkan faktor, menguasai pangsa pasar penjualan 20%, produk perseroan merupakan proxi terhadap pemulihan daya beli, dan didukung neraca kas yang kuat.
Grafik Saham AVIA

