Harga Kripto Berguguran, Transaksi Perdagangan Nasional dan Global Kompak Lesu
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto di Indonesia mengawali tahun 2026 dengan tekanan yang cukup berat. Koreksi tajam yang terjadi pada berbagai aset kripto akibat ketidakpastian ekonomi makro dan geopolitik telah membuat minat transaksi konsumen di dalam negeri menyusut signifikan.
Investor kripto domestik terpantau bersikap wait and see dan memilih keluar dari pasar akibat volatilitas harga yang terjadi. Melansir dari data bulanan yang dirilih oleh CFX, total nilai transaksi kripto nasional pada kuartal I 2026 hanya mencapai Rp 75,8 triliun. Padahal, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto nasional pada kuartal I 2025mencapai Rp109,5 triliun. Artinya, perolehan pada tahun ini mengalami penurunan hingga 31% secara year on year.
Jika ditelusuri lebih lanjut, penurunan aktivitas ini terlihat konsisten dari bulan ke bulan. Pada Januari 2026, nilai transaksi masih berada di Rp 29,24 triliun. Namun, angka tersebut terus merosot menjadi Rp 24,33 triliun pada Februari, dan kembali turun menjadi Rp 22,2 triliun pada Maret 2026.
Baca Juga
Kabar Baik, Sektor AI hingga Kripto Kini Masuk Klasifikasi Usaha Resmi di Indonesia
Penurunan nilai transaksi di pasar domestik sejalan dengan koreksi yang terjadi di pasar kripto global. Berdasarkan riset yang diunggah oleh CoinDesk, nilai transaksi pasar spot dan derivatif di exchange global turun 6,53% menjadi US$ 5,26 triliun pada Maret 2026, terendah sejak Oktober 2024.
Sementara khusus untuk transaksi spot kripto di exchange global, angkanya hanya sebesar US$ 1,27 triliun pada Maret 2026. Catatan tersebut mengalami penurunan 15,7% dari bulan sebelumnya.
Baca Juga
Bitcoin Gagal Tembus US$ 80.000, Pasar Kripto Masih Rentan Koreksi
“Perlambatan aktivitas perdagangan di kripto tidak terlepas dari naiknya eskalasi tensi geopolitik di kawasan Iran yang memicu pelaku pasar beralih dari aset digital ke komoditas safe haven seperti emas,” tulis tim CoinDesk dalam risetnya dikutip Jumat (24/4/2026).
Sebagai informasi, situs CoinMarketCap memperlihatkan harga aset-aset utama seperti Bitcoin (BTC) telah turun 38% sejak puncaknya di Oktober 2025. Penurunan lebih dalam bahkan dialami oleh altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) yang masing-masing terkoreksi 47% dan 55% per 31 Maret 2026.

