Purbaya: Presiden Minta Skenario APBN dengan Harga Minyak Mentah US$ 100 per Barel
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan peran aktif Presiden Prabowo Subianto dalam menyusun skenario perlindungan anggaran untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi di tengah perang di Teluk Persia.
Purbaya menjelaskan bahwa Presiden secara spesifik menginstruksikan penggunaan asumsi harga minyak di rentang US$ 80 hingga US$100 per barel, dan pemerintah memilih untuk mendesain kebijakan berdasarkan angka tertinggi, yakni US$ 100.
“Beliau bilang ambil asumsi US$ 100. Ya udah kita desain dari situ,” kata dia.
Selain menggunakan asumsi harga minyak di angka tersebut, Purbaya juga menyebut telah memasukkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berbeda dengan asumsi makro APBN 2026. Sekadar informasi, pada asumsi makro rupiah di APBN 2026 ditetapkan berada di kisaran Rp 16.500 per US$.
“Angka simulasi itu, rupiahnya bukan rupiah APBN yang sebelumnya. Sudah dinaikkan ke level tertentu. Jadi (nilai tukar mata uang rupiah saat ini) masih dalam hitungan skenario. Tapi saya nggak bisa bilang angkanya berapa (yang digunakan dalam simulasi, red),” kata dia.
Dengan menggunakan asumsi yang diperintahkan tersebut, Purbaya mengeklaim dapat menahan defisit di kisaran 2,9% dari PDB.
Baca Juga
Purbaya Sebut Efisiensi Anggaran K/L untuk Jaga Defisit di Bawah 3% dari PDB
Di sisi lain, untuk menopang skenario tersebut, pemerintah ikut memasukkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mencapai Rp420 triliun. Dari total dana tersebut, sebesar Rp300 triliun telah ditempatkan di perbankan Himbara, sementara sisanya sebesar Rp120 triliun tersimpan di Bank Indonesia (BI).
Nah dana sebesar Rp 120 triliun tersebut menurut Purbaya tidak statis, namun masih akan ada tambahan yang salah satunya berasal dari penerimaan pajak. “Itu dengan pengeluarannya kira-kira segitu (Rp 120 triliun) nanti,” jelas dia.
Masih menurut Purbaya, dana SAL baru akan digunakan ketika situasi terdesak. Ia memisalkan ketika harga minyak mentah naik di luar dugaan dan mengancam perekonomian domestik.
“Itu menunjukkan bahwa kita masih punya pertahanan yang berlapis. Jadi masyarakat nggak usah takut. Saya masih memastikan uangnya ada,” kata dia.
Selain cadangan kas berupa SAL, optimisme pemerintah juga didukung oleh potensi tambahan pendapatan dari sektor sumber daya mineral. Purbaya kini tengah berkoordinasi dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, terkait kebijakan yang dapat mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor tersebut.

