Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Diprediksi 5,5%–6%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 5,5% hingga 6% pada kuartal I-2026. Proyeksi ini mencerminkan pondasi ekonomi domestik yang dinilai masih kuat.
“Kalau kata Pak Febrio [Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal] pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5%-6% mungkin bisa,” kata Purbaya saat paparan APBN KiTa di kantornya, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga
Purbaya Waspadai Tiga Jalur Transmisi Perang di Teluk Persia
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini ditopang oleh resiliensi konsumsi rumah tangga, akselerasi proyek strategis dan sektor perumahan, serta peningkatan output sektor manufaktur berbasis hilirisasi.
Di sisi lain, inflasi masih terkelola dengan baik yang tercatat sebesar 4,76% secara tahunan. Ketahanan sektor keuangan domestik juga tetap terjaga. Meski terdapat sentimen risk off global, tekanan terhadap nilai tukar rupiah maupun imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) masih dapat dikelola.
“Pemerintah ke depan akan menjaga stabilitas pasar keuangan dan membangun market confidence,” ujar Purbaya.
Baca Juga
Friderica “Kiki“ Widyasari Ingin Bawa OJK Mampu Melewati Masa-masa Sulit
Dari sektor energi, realisasi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) hingga Februari 2026 tercatat sebesar US$ 68,8 per barel, masih di bawah asumsi makro APBN sebesar US$ 70 per barel.
“Berdasarkan estimasi kami, realisasi ICP secara average year to date hingga 11 Maret 2026 sekitar US$ 68,4 per barel. Ini sudah memasukkan kenaikan US$ 110-120 [per barel] yang sebentar lagi,” kata dia.

