Respons Moody's, Wakil Ketua Komisi XI DPR Sebut sebagai Peringatan Serius
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie O.F.P merespons laporan asesmen lembaga rating, Moody's yang memberikan penurunan outlook menjadi negatif, kendati masih mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 atau investment grade.
"Ini adalah peringatan serius," kata Dolfie dalam keterangan resminya kepada investortrust.id, Kamis (5/2/2026).
Dolfie mengatakan peringkat yang diterbitkan Moody’s menegaskan bahwa masalah utama Indonesia saat ini bukan pada kapasitas ekonomi, melainkan pada tata kelola dan arah kebijakan. Dia mengatakan laporan terbut menunjukkan kebijakan yang semakin sulit diprediksi dan kurang konsisten.
Selain itu, ia menyebut terdapat kelemahan dalam komunikasi kebijakan, hingga risiko fiskal akibat belanja sosial tanpa dukungan penerimaan yang memadai, termasuk meningkatnya ketidakpastian terkait kerangka fiskal dan independensi Bank Indonesia (BI) dan lain sebagainya.
Baca Juga
"Peringatan dari Moody’s sudah terjadi, kita jadikan hal ini sebagai momentum pembenahan dalam memperkuat kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional," kata dia.
Dolfie menyebut, jika berbagai hal itu tidak segera diperbaiki, maka pemerintah akan merasakan dampaknya terutama pada kenaikan biaya utang negara, meningkatnya volatilitas pasar keuangan, tertahannya investasi, dan tekanan pada APBN.
Oleh karena itu, pemerintah bersama otoritas terkait di sektor moneter dan keuangan perlu merespon kebijakan yang cepat, tepat, konsisten, dan kredibel.
"Yang diarahkan pada peningkatan kredibilitas kebijakan moneter, fiskal dan sektor keuangan," ujar dia.

