Ketum Kadin Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Perlu Dijaga, Dunia Usaha Harus Tetap Produktif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menegaskan bahwa capaian ekonomi nasional saat ini patut disyukuri sekaligus harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,04% pada 2025, inflasi yang terjaga di level 2,86%, serta surplus neraca perdagangan kuartal III 2025 sebesar US$ 4,34 miliar menunjukkan fondasi ekonomi yang cukup kuat. “Realisasi perdagangan juga sudah mencapai Rp 491 triliun. Ini bukan hanya patut disyukuri, tetapi juga perlu dijaga dan ditingkatkan,” ujar Anindya dalam acara Kadin: Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kendati demikian, Anindya mengingatkan bahwa tekanan global tetap menjadi tantangan serius. Dia mengibaratkan kondisi dunia usaha saat ini seperti ayam petelur yang sedang mengalami stres. “Kalau ayamnya stres, susah bertelur. Pertanyaannya, apakah Indonesia juga ikut stres? Di Kadin kami melihat tekanan pasti selalu ada, tetapi mau tidak mau kita harus terus bertelur, tetap produktif,” kata Anindya.
Baca Juga
Investasi Asing Masuk ke Indonesia Rp 900,9 Triliun di 2025, Singapura Mendominasi
Anindya menilai arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sudah berada di jalur yang tepat, meskipun tidak mudah pada tahap awal. Salah satu contohnya pembangunan 30.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur umum untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Melakukan 30.000 dapur itu tidak gampang. Tidak segampang bantuan langsung tunai (BLT), tapi manfaatnya nyata, bisa menciptakan sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru karena setiap dapur menyerap sekitar 50 pekerja,” jelasnya.
Selain itu, manfaat lain dari program MBG adalah mampu mendorong hilirisasi sektor pertanian. Program ambisius lainnya, seperti pembangunan 3 juta rumah per tahun, juga diyakini akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam konteks tersebut, Anindya menegaskan peran strategis Kadin sebagai jembatan antara kebijakan makroekonomi pemerintah dan implementasi di lapangan agar benar-benar menghasilkan pemberdayaan ekonomi yang nyata. “Tugas Kadin adalah menjembatani makroekonomi, program pemerintah, sehingga bisa menjadi pemberdayaan yang jelas. Bukan hal gampang. Tetap tidak gampang,” ucap Anindya.
Baca Juga
Anindya Bakrie: Ketidakpastian Global Meningkat, Dunia Usaha Perlu Tetap Tenang dan Waspada
Lebih lanjut, dia menyoroti tantangan ketenagakerjaan yang masih besar. Saat ini, sekitar 17% kelompok usia muda masih aktif mencari pekerjaan, sementara tingkat pengangguran berada di angka 4,85%. Di sisi lain, rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia masih berada di kisaran 6,3 hingga 6,5, yang menunjukkan perlunya peningkatan produktivitas.
“Ini menjadi tantangan kita bersama. Kita semua bisa membayangkan betapa sedihnya orang tua ketika anaknya lulus sekolah tapi sulit mendapatkan pekerjaan,” pungkas Anindya.

