Rupiah Tergelincir Dalam, Menggantung di Posisi Rp 16.801 per US$
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah makin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Posisi rupiah terpuruk dalam di posisi Rp 16.801 per US$ pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026).
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menjelaskan bahwa investor mengambil sikat wait and see di tengah minimnya katalis baru menjelang rilis data ekonomi penting AS. Khususnya, laporan non-farm payrolls atau data gaji pekerja non-peternakan.
“Tekanan pasar semakin meningkat akibat meningkatnya ketegangan perdagangan di kawasan Asia, setelah China meluncurkan investigasi anti-dumping terhadap bahan baku utama industri semikonduktor yang diimpor dari Jepang,” kata Andry, Kamis (8/1/2026).
Pada hari ini, Andry mencatat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) pemerintah Indonesia naik 2,4 basis poin atau bps menjadi 6,13%. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia denominasi dolar AS tenor 10 tahun, naik tipis 0,3 bps menjadi 4,9%.
Baca Juga
Rupiah Kembali Tertekan Terhadap Dolar AS, Tergeletak di Rp 16.792 per US$
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 sebesar US$ 156,5 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan posisi pada akhir November 2025 yang sebesar US$ 150,1 miliar.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan kenaikan posisi cadangan devisa tersebut bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, dan penarikan pinjaman pemerintah.
Meski demikian, Ibrahim melihat sentimen pasar terhadap kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden AS, Donald Trump menjadi pertimbangan penting. Sebab, Trump berencana ingin mengendalikan industri minyak Venezuela selama bertahun-tahun.
“Menargetkan harga minyak US$ 50 per barel,” kata Ibrahim.
Trump juga mempertimbangkan mengendalikan perusahaan minyak milik negara Venezuela, yaitu Petróleos de Venezuela SA atau PdVSA. Laporan menyebut, Venezuela akan menyerahkan 30-50 juta barel minyak ke AS.

