Anindya Bakrie: Indonesia Bisa Belajar dari India yang Ekonominya Mampu Tumbuh 7%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan belajar dari keberhasilan India yang mampu mencatatkan pertumbuhan hingga sekitar 7,8% pada kuartal II tahun 2025.
Menurutnya, performa ekonomi India yang pesat tersebut merupakan contoh nyata bagaimana inovasi, industrialisasi, dan transformasi digital dapat mendorong kemajuan suatu bangsa.
Anindya menyampaikan pandangannya dalam acara IndCham Gala Dinner “Featuring the Launch of Industry Hubs and Indonesia Economic Outlook 2026” di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Ia mengawali sambutannya dengan mengenang hubungan erat antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden RI Prabowo Subianto, yang dinilai memberikan pondasi kuat bagi kemitraan ekonomi kedua negara. “Senang melihat dua pemimpin besar, PM Modi dan Presiden Prabowo, selalu memiliki hubungan yang sangat baik. Dan itu membantu kami para pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan perdagangan dan investasi,” ujarnya.
Menurut Anindya, sepanjang tahun terakhir hubungan Indonesia–India telah memasuki momentum politik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kedua negara kerap bertemu dalam banyak forum penting, mulai dari kunjungan bilateral, perayaan Republic Day India, hingga berbagai kesempatan dalam kerangka BRICS yang mempertemukan para pemimpin negara berkembang. Dalam berbagai perjalanan ke Brasil, Afrika Selatan, India, dan Tiongkok, ia merasakan tingginya harapan global terhadap dua negara ini. “Banyak orang memiliki ekspektasi besar terhadap Indonesia dan India. Mereka menyebut para pemimpin kedua negara sebagai titik terang di kawasan Global South,” kata Anindya.
Ia menyebut bahwa inilah saat yang tepat bagi Indonesia untuk memaksimalkan peluang dan bergerak dari niat politik menuju aksi ekonomi konkret. Terlebih lagi, hubungan dagang kedua negara telah berjalan ratusan tahun. Karena itu, Anindya menilai perkembangan India saat ini patut dijadikan rujukan, khususnya dalam mendorong pertumbuhan nasional. “India tumbuh 7–8%. Itu patut dicontoh oleh Indonesia. Indonesia telah tumbuh 5% selama 30 tahun terakhir. Jadi saya rasa sudah saatnya belajar dari seseorang yang telah berhasil atau (untuk Indonesia) yang saat ini sedang (berusaha) mencapai pertumbuhan 8%,” ujarnya.
Baca Juga
Anindya Bakrie Ajak India Chamber Perkuat Hubungan Perdagangan dan Investasi
Anindya juga menilai bahwa Indonesia dan India memiliki kesamaan fundamental, terutama dalam bonus demografi yang sedang berada pada periode terbaik. Indonesia dengan 285 juta penduduk dan India dengan lebih dari 1,2 miliar penduduk sama-sama menghadapi tantangan dan peluang besar dalam mengelola tenaga kerja produktifnya. Ia mengapresiasi kontribusi para pengusaha India yang berinvestasi secara konsisten di Indonesia. “Anda semua bisa menjadi duta bisnis India untuk Indonesia,” katanya. Ia menegaskan keinginannya agar lebih banyak pengusaha Indonesia juga berekspansi ke India.
Selain peluang demografi, Anindya menyoroti keunggulan India dalam industri jasa, teknologi informasi, ekonomi digital, dan industri kreatif. Ia menceritakan salah satu perusahaan di grupnya yang bergerak di industri televisi bahkan menjadi salah satu penggemar dan pengguna konten India karena tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap budaya India. Hal ini disebut sebagai bukti kuatnya hubungan sosial dan kultural kedua negara.
Saat ini terdapat setidaknya 100 investasi atau kerja sama perusahaan India di Indonesia dengan nilai mencapai US$1,56 miliar. Selain itu, 16 perusahaan Indonesia telah beroperasi di India, meski menurut Anindya jumlah tersebut masih dapat ditingkatkan. Dengan nilai PDB India sekitar US$4 triliun, ia menargetkan perdagangan bilateral dapat mencapai nilai yang lebih ambisius.
Ia menilai besarnya peluang tersebut harus diwujudkan melalui kerja sama yang lebih intensif antar kamar dagang kedua negara, terutama melalui Indonesia–India CEO Forum yang disebutnya perlu dioperasionalisasikan secara lebih konkret.
Anindya juga menyinggung tantangan global yang tengah bergeser cepat, termasuk ketidakpastian geopolitik dan dinamika perdagangan dengan negara-negara Barat. Namun menurutnya, justru di tengah ketidakpastian itulah Indonesia dan India dapat memainkan peran strategis sebagai penyeimbang antara Timur dan Barat. Ia menilai kedua negara tidak hanya membutuhkan mitra yang besar, tetapi juga mitra yang dapat diandalkan dan memiliki pandangan jangka panjang terhadap pembangunan.

